Histopatologi hati ayam broiler (Gallus domesticus): sebuah model forensik veteriner pada 48 jam pasca kematian
Unduhan
Ilmu forensik veteriner belum mendapat perhatian yang memadai di Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mempelajari ilmu forensik veteriner melalui histopatologi hati ayam broiler 48 jam pasca kematian. Ayam broiler sebanyak 75 ekor berumur 7 hari dieutanasia dan dibagi menjadi 25 kelompok berdasarkan jam nekropsi pasca-eutanasia (n=3). Kadaver ayam dinekropsi setiap 2 jam postmortem, organ hati dikoleksi untuk dibuat potongan histopatologi dan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin (HE). Histopatologi hati evaluasi dan hasil yang didapat dianalisis menggunakan software ImageJ versi 1.53a. Hubungan peubah histopatologi dengan waktu postmortem dianalisis dengan metode Pearsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembusukan dimulai pada jam ke-18 post mortem yang ditandai dengan jumlah inti sel hepatosit, jam ke-20 ditemukan bakteri pembusuk, dan jam ke-22 terjadi peningkatan jarak antar hepatosit. Berdasarkan nilai korelasi Pearson, jumlah inti sel hepatosit, jarak antar hepatosit dan keberadaan bakteri pembusuk mempunyai hubungan kuat hingga sangat kuat dengan waktu postmortem sehingga hasil ini dapat menjadi parameter penentu waktu kematian (Post Mortem Interval/PMI) pada hewan.
Brooks JW. 2018. Veterinary Forensic Pathology. Pennsylvania (US): Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-67175-8 DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-319-67175-8
Byard RW, Boardman W. 2011. The potential role of forensic pathologists in veterinary forensic medicine. Forensic Science, Medicine, and Pathology. 7:231-232. https://doi.org/10.1007/s12024-011-9241-x | PMid:21499938 DOI: https://doi.org/10.1007/s12024-011-9241-x
Dettmeyer RB. 2018. Forensic Histopathology: Fundamental and Perspectives. USA: Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-77997-3 | PMCid:PMC5818275 DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-319-77997-3
DiMaio VJ, DiMaio DJ. 2001. Forensic pathology. Florida: CRC Press.
Guo J, Fu X, Liao H, Hu Z, Long L, Yan W, Zha L. 2016. Poten-tial use of bacterial community succession for estimating post-mortem interval as revealed by high through put sequencing. Scientific Reports. 6:24197. https://doi.org/10.1038/srep24197 | PMid:27052375 PMCid:PMC4823735 DOI: https://doi.org/10.1038/srep24197
Huang X, Xiong G, Chen X, Liu R, Li M, Ji L, Zhang X. 2021. Autolysis in crustacean tissues after death: A case study using the Procambarus clarkii hepatopancreas. BioMed Research International. 2021:1-8. https://doi.org/10.1155/2021/2345878 | PMid:33521126 PMCid:PMC7817300 DOI: https://doi.org/10.1155/2021/2345878
MacKenzie JM, Path FRC. 2014. Examining the decomposed brain. The American Journal of Forensic Medicine and Pathology. 35(4):265-270. https://doi.org/10.1097/PAF.0000000000000111 | PMid:25384305 DOI: https://doi.org/10.1097/PAF.0000000000000111
Moraleda V, Gómez-Catasús J, Schuster C, Carrascal LM. 2022. Decomposition stages as a clue for estimating the post-mortem interval in carcasses and providing accurate bird collision rates. Scientific Reports. 12(1):16188. https://doi.org/10.1038/s41598-022-20628-3 | PMid:36171410 PMCid:PMC9519910 DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-022-20628-3
Paczkowski S, Schütz S. 2011. Post-mortem volatiles of vertebrate tissue. Applied Microbiology and Biotechnology. 91(4):917-935. https://doi.org/10.1007/s00253-011-3417-x | PMid:21720824 PMCid:PMC3145088 DOI: https://doi.org/10.1007/s00253-011-3417-x
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




