Histopatologi hati ayam broiler (Gallus domesticus): sebuah model forensik veteriner pada 48 jam pasca kematian

autolisis ayam broiler hati histopatologi interval pasca-kematian

Penulis

  • Shafiyyah Az Zahra Program of Bachelor Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia
  • Eva Harlina
    evapato2006@yahoo.com
    Division of Pathology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia
  • Mawar Subangkit Division of Pathology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia
  • Rahayu Woro Wiranti Division of Pathology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia
  • Bambang Pontjo Priosoeryanto Division of Pathology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Ilmu forensik veteriner belum mendapat perhatian yang memadai di Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mempelajari ilmu forensik veteriner melalui histopatologi hati ayam broiler 48 jam pasca kematian. Ayam broiler sebanyak 75 ekor berumur 7 hari dieutanasia dan dibagi menjadi 25 kelompok berdasarkan jam nekropsi pasca-eutanasia (n=3). Kadaver ayam dinekropsi setiap 2 jam postmortem, organ hati dikoleksi untuk dibuat potongan histopatologi dan diwarnai dengan Hematoksilin-Eosin (HE). Histopatologi hati evaluasi dan hasil yang didapat dianalisis menggunakan software ImageJ versi 1.53a. Hubungan peubah histopatologi dengan waktu postmortem dianalisis dengan metode Pearsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembusukan dimulai pada jam ke-18 post mortem yang ditandai dengan jumlah inti sel hepatosit, jam ke-20 ditemukan bakteri pembusuk, dan jam ke-22 terjadi peningkatan jarak antar hepatosit. Berdasarkan nilai korelasi Pearson, jumlah inti sel hepatosit, jarak antar hepatosit dan keberadaan bakteri pembusuk mempunyai hubungan kuat hingga sangat kuat dengan waktu postmortem sehingga hasil ini dapat menjadi parameter penentu waktu kematian (Post Mortem Interval/PMI) pada hewan.

Cara Mengutip

1.
Az Zahra S, Harlina E, Subangkit M, Wiranti RW, Priosoeryanto BP. Histopatologi hati ayam broiler (Gallus domesticus): sebuah model forensik veteriner pada 48 jam pasca kematian. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Dec. 6 [cited 2026 Jun. 6];7(4):79-80. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/50387

Suspect leptospirosis pada anjing lokal mix

dodik prasetyo, Khoirin Nisa’ Irdiani Nanda Pamungkas