Evaluasi antidiare infus daun jambu biji pada tikus pediatrik menggunakan model transit usus

antidiare infusa daun jambu tikus pediatri

Penulis

  • Altaff Hendry Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Teo Qin Yan Taman Mulia Indah, 7 Jalan 21/117A, Bandar Tun Razak, 56000, Kuala Lumpur, Malaysia, Malaysia
  • Daniel Latief Andre Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Muhammad Luthfi Rahman Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Win Satya Rudramurti Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Nadine Hanifa Permana Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Dian Maulia Utami Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Diah Nugrahani Pristihadi
    diahnu@apps.ipb.ac.id
    Division of Pharmacology and Toxicology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Agustin Indrawati Division of Medical Microbiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
Table 1 Effect of Psidium guajava leaves extract (100-800 mg/kg BW, p.o.) on castor oil-induced intestinal transit in rats

Diare merupakan gangguan gastrointestinal utama pada anak-anak dan masih menjadi penyebab kematian yang signifikan, terutama pada balita. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis efektif infusa daun jambu biji pada tikus yang disapih menggunakan metode transit intestinal. Tiga puluh tikus sehat secara acak dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (air suling), kontrol positif (atropin sulfat 2,5 mg/kg BB), dan empat kelompok perlakuan yang menerima infusa daun jambu biji dengan dosis 100, 200, 400, dan 800 mg/kg BB. Di antara kelompok perlakuan, dosis 200 mg/kg BB menghasilkan penurunan transit intestinal terbesar. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik yang diamati antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rentang dosis yang diperiksa, infusa daun jambu biji tidak menunjukkan efek antidiare yang signifikan pada model tikus pediatrik.

Cara Mengutip

1.
Hendry A, Yan TQ, Andre DL, Rahman ML, Rudramurti WS, Permana NH, et al. Evaluasi antidiare infus daun jambu biji pada tikus pediatrik menggunakan model transit usus. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Nov. 1 [cited 2026 Jun. 6];9(4):119-20. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/47013
No Related Submission Found