Uji kepekaan Staphylococcus koagulase negatif (CoNS) dari swab kloaka burung hantu asal Depok

buffy fish owl CoNS javan owlet resistensi antibiotik

Penulis

  • Michella Hoseana Wijaya
    michella_15@apps.ipb.ac.id
    Program Sarjana, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Usamah Afiff Divisi Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Aulia Andi Mustika Divisi Farmakologi dan Toksikologi, Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Unduhan

Burung hantu merupakan burung pemangsa nokturnal yang saat ini banyak dijadikan hewan peliharaan di Indonesia. Namun informasi terkait penyakit dan pengobatan burung hantu masih sangat terbatas. Pengawasan penggunaan antibiotik di Indonesia juga masih lemah sehingga dapat terjadi resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepekaan bakteri Staphylococcus Koagulase Negatif (CoNS) dari swab kloaka satu ekor Javan owlet (Glaucidium castanopterum) dan dua ekor buffy fish owl (Ketupa ketupu) yang berasal dari penangkaran burung hantu di Depok terhadap lima jenis antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bakteri CoNS dari swab kloaka satu ekor javan Owlet dan satu ekor buffy fish owl resisten terhadap eritromisin, namun kedua isolat ini masih sensitif terhadap gentamisin, siprofloksasin, doksisiklin dan tetrasiklin. Untuk isolat ketiga yang berasal dari satu ekor buffy fish owl masih sensitif terhadap kelima antibiotik yang diujikan

Cara Mengutip

1.
Wijaya MH, Afiff U, Mustika AA. Uji kepekaan Staphylococcus koagulase negatif (CoNS) dari swab kloaka burung hantu asal Depok. ARSHI vet lett [Internet]. 2021 Jul. 31 [cited 2026 Jun. 6];5(2):33-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/36694