Pengobatan babesiosis dan ehrlichiosis yang terjadi bersamaan pada anjing menggunakan imidocarb dipropionate dan doksisiklin.

babesiosis doksisiklin ehrlichiosis imidocarb dipropionate

Penulis

  • I Gde Andhika Putra Pratama
    andhikaputra5020@gmail.com
    Veterinary Medicine Professional Program, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, Bali, Indonesia, Indonesia
  • Putu Ayu Sisyawati Putriningsih Laboratory of Veterinary Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, Bali, Indonesia, Indonesia
  • I Gusti Made Krisna Erawan Laboratory of Veterinary Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, Denpasar, Bali, Indonesia, Indonesia
Figure 2. Blood smear showing Babesia in erythrocytes and Ehrlichia in monocytes. (A) Babesia (black arrow); (B) Ehrlichia in monocytes (black arrow); (C) no morulae in monocytes; (D) no intraerythrocytic parasites. 1000× magnification

Rhipicephalus sanguineus merupakan vektor penyakit yang ditularkan melalui kutu yang sudah dikenal, termasuk babesiosis dan ehrlichiosis, pada anjing. Laporan kasus ini menggambarkan keberhasilan penanganan terapeutik babesiosis dan ehrlichiosis secara bersamaan menggunakan imido-karb dipropionat dan doksisiklin. Seekor anjing jantan domestik berusia 10 bulan menunjukkan gejala anoreksia, kelemahan, demam, eritema pada bagian medial tungkai belakang, dan infestasi kutu yang berat. Analisis hitung darah lengkap menunjukkan leukopenia, granulositopenia, peningkatan volume korpuskular rata-rata dan hemoglobin korpuskular rata-rata, serta trombositopenia. Pemeriksaan apusan darah menunjukkan adanya parasit intraeritrosit dan Ehrlichia morulae di dalam monosit. Selain itu, tes antibodi cepat memberikan hasil positif untuk Babesia spp. dan Ehrlichia spp. Anjing tersebut diobati dengan rejimen terapi komprehensif yang terdiri dari fluralaner, imidocarb dipropionate, doksisiklin, dan suplementasi pendukung dengan multivitamin dan mineral. Dua puluh delapan hari setelah dimulainya terapi, anjing tersebut menunjukkan perbaikan klinis yang nyata, sebagaimana dibuktikan dengan tidak adanya patogen yang ditularkan melalui darah pada pemeriksaan apusan dan pemulihan substansial parameter hematologi.

Cara Mengutip

1.
Pratama IGAP, Putriningsih PAS, Erawan IGMK. Pengobatan babesiosis dan ehrlichiosis yang terjadi bersamaan pada anjing menggunakan imidocarb dipropionate dan doksisiklin. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Nov. 1 [cited 2026 May 22];9(4):103-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/67482

An integrative therapy for paraplegia dog with ehrlichiosis

Frizky Amelia, Danny Umbu T. Hambandima, Erly Rizka Adistya, Roro Soesatyoratih, Leni Maylina,...

Diagnosa dan penanganan Ehrlichiosis pada seekor anjing Pug

Desak Gede Bintang Pradnya Dewanti, I Putu Gede Yudhi Arjentinia, I Nyoman Suartha