Diagnostic approach and therapeutic intervention for pyometra in multiparous dairy cattle: a case study
Unduhan
Pyometra merupakan kelainan reproduksi yang umum dan penting secara klinis pada sapi multipara, dan ditandai dengan akumulasi eksudat purulen di dalam lumen uterus. Artikel ini mengkaji diagnosis dan penanganan pyometra pada sapi Friesian Holstein berusia enam tahun dari peternakan sapi perah tradisional di Lembang. Sapi tersebut, dengan riwayat aborsi pada usia kehamilan 35 hari selama melahirkan terakhir, menunjukkan keluarnya cairan vagina berlendir putih terus-menerus. Penilaian klinis melalui palpasi rektal menunjukkan uterus yang membesar, yang awalnya menunjukkan adanya kehamilan. Evaluasi diagnostik meliputi hematologi dan ultrasonografi transrektal. Hasil hematologi menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, yang menunjukkan adanya infeksi bakteri. Ultrasonografi mengonfirmasi adanya nanah di dalam uterus dan penebalan dinding uterus. Penanganannya terdiri dari pembilasan uterus dan suntikan hormon untuk menginduksi kontraksi, memfasilitasi pengeluaran cairan yang terkumpul, dan memulihkan siklus estrus yang teratur. Pengurangan signifikan pada ukuran kornu uteri diamati satu minggu pasca perawatan, menunjukkan efektivitas intervensi.
Adnane M, Whiston R, Tasara T, Bleul U, Chapwanya A. 2024. Harnessing vaginal probiotics for enhanced management of uterine disease and reproductive performance in dairy cows: a conceptual review. Animals. 14(7): 1-17. https://doi.org/10.3390/ani14071073 | PMid:38612312 PMCid:PMC11011061 DOI: https://doi.org/10.3390/ani14071073
Bijant R, Yuliani MGD, Wahjuni RS, Utomo RB. 2010. Buku Ajar Patologi Klinik Veteriner. edisi ke-1. Surabaya: Universitas Airlangga Press.
Dabale SA, Kerorsa GB, Ahmed WM. 2020. Prevalence of major reproductive disorders of dairy cows in Hawassa City, Ethiopia. Journal of Reproduction and Infertility. 11(1): 8-13.
Pate J L, Hughes CHK. 2023. Luteal prostaglandins: mechanisms regulating luteal survival and demise in ruminants. Animal. 17(1):100739. https://doi.org/10.1016/j.animal.2023.100739 | PMid:37567666 DOI: https://doi.org/10.1016/j.animal.2023.100739
Raja S, Satheshkumar S, Prakash S, Alagar S, Kannan G. 2024. Therapeutic management of pyometra in a crossbred jersey cow. International Journal of Veterinary Sciences and Animal Husbandry. 9(4):416-418.
Richardson RD, Mortimer RG, Whittier JC. 2010. Comparison of fetal losses from diagnosis of pregnancy using ultrasonography or rectal palpation in beef heifers by novice or experienced technicians. The Professional Animal Scientist. 26(4):341-346. https://doi.org/10.15232/S1080-7446(15)30613-6 DOI: https://doi.org/10.15232/S1080-7446(15)30613-6
Sethi GPS, Gandotra VK, Honparkhe M, Singh AK, Ghuman SPS. 2020. Association of age, breed, estrus and mating history in occurrence of pyometra. Journal of Entomology and Zoology Studies. 8(2):852-855.
Sheldon IM, Dobson H. 2004. Postpartum uterine health in cattle. Animal Reproduction Science. 82-83: 295-306. https://doi.org/10.1016/j.anireprosci.2004.04.006 | PMid:15271461 DOI: https://doi.org/10.1016/j.anireprosci.2004.04.006
Sheldon IM, Williams EJ, Miller AN, Nash DM, Herath S. 2008. Uterine diseases in cattle after parturition. The Veterinary Journal. 176(1):115-121. https://doi.org/10.1016/j.tvjl.2007.12.031 | PMid:18329302 PMCid:PMC2706386 DOI: https://doi.org/10.1016/j.tvjl.2007.12.031
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




