Prevalensi Penyakit oleh Parasit Darah Anjing di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia

parasit darah anjing prevalensi penyakit tular kutu

Penulis

  • Megan Chan Zhi Ying Veterinary Professional Education Program, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Malaysia
  • Agus Wijaya Division of Internal Medicines, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia
  • Usamah Afiff
    usamahaf@apps.ipb.ac.id
    Division of Medical Microbiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (penyakit yang ditularkan melalui kutu), adalah suatu kondisi ketika anjing digigit oleh kutu yang membawa patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (Anaplasmosis, Babesiosis, dan Ehrlichliosis) di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia dari Agustus 2020 hingga Juli 2022. Data sekunder dari 103 anjing yang terinfeksi diambil dari rekam medis. Anjing pada tahap anak anjing lebih sering didiagnosis yaitu sebesar 26,21%. Baik jantan maupun betina menunjukkan prevalensi yang hampir sama yaitu 52,43% dan 47,57%. Anjing kampung memiliki prevalensi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anjing ras, tetapi tidak ada kecenderungan ras. Kasus infeksi ganda lebih sering terjadi dibandingkan dengan kasus infeksi tunggal. Penyakit yang ditularkan melalui kutu anjing menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di antara musim pancaroba di Malaysia. Tanda-tanda klinis yang paling umum yang ditunjukkan oleh anjing adalah anoreksia, tidak aktif, dan diatesis pendarahan. Untuk mendukung diagnosa, anemia dan trombositopenia dapat diamati dari hasil hitung darah lengkap pasien, alat tes akan menunjukkan hasil positif ketika antibodi atau antigen terdeteksi dan parasit juga dapat diamati di bawah mikroskop dengan menggunakan apusan darah. Prevalensi penyakit yang ditularkan melalui kutu akan dipengaruhi oleh faktor intrinsik (usia, jenis kelamin) dan faktor ekstrinsik (cuaca).

Cara Mengutip

1.
Ying MCZ, Wijaya A, Afiff U. Prevalensi Penyakit oleh Parasit Darah Anjing di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Dec. 13 [cited 2026 Jun. 6];7(4):71-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/49156

Pendekatan Metode Double Advancement Flap pada Operasi Tumor Kulit pada Anjing

Leni Maylina, Citra Ayu Lestari, Elma Nefia, Siti Sarah Ulia, Christia Dilla, Siti Komariah

Vaginal Leiomyoma pada Anjing Betina 8 Tahun

Siti Zaenab, Osye Alamsari, Kemala Sherlin, Fathia Ramadhani