Prevalensi Penyakit oleh Parasit Darah Anjing di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia
Unduhan
Penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (penyakit yang ditularkan melalui kutu), adalah suatu kondisi ketika anjing digigit oleh kutu yang membawa patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (Anaplasmosis, Babesiosis, dan Ehrlichliosis) di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia dari Agustus 2020 hingga Juli 2022. Data sekunder dari 103 anjing yang terinfeksi diambil dari rekam medis. Anjing pada tahap anak anjing lebih sering didiagnosis yaitu sebesar 26,21%. Baik jantan maupun betina menunjukkan prevalensi yang hampir sama yaitu 52,43% dan 47,57%. Anjing kampung memiliki prevalensi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anjing ras, tetapi tidak ada kecenderungan ras. Kasus infeksi ganda lebih sering terjadi dibandingkan dengan kasus infeksi tunggal. Penyakit yang ditularkan melalui kutu anjing menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di antara musim pancaroba di Malaysia. Tanda-tanda klinis yang paling umum yang ditunjukkan oleh anjing adalah anoreksia, tidak aktif, dan diatesis pendarahan. Untuk mendukung diagnosa, anemia dan trombositopenia dapat diamati dari hasil hitung darah lengkap pasien, alat tes akan menunjukkan hasil positif ketika antibodi atau antigen terdeteksi dan parasit juga dapat diamati di bawah mikroskop dengan menggunakan apusan darah. Prevalensi penyakit yang ditularkan melalui kutu akan dipengaruhi oleh faktor intrinsik (usia, jenis kelamin) dan faktor ekstrinsik (cuaca).
Baneth G. 2014. Tick-borne infections of animals and humans: A common ground. International Journal for Parasitology. 44(9):591-596. https://doi.org/10.1016/j.ijpara.2014.03.011 | PMid:24846527 DOI: https://doi.org/10.1016/j.ijpara.2014.03.011
Carrade DD, Foley JE, Borjesson DL. 2009. Canine granulocytic anaplasmosis: A review. Journal of Veterinary Internal Medicine. 23(6):1129-1141. https://doi.org/10.1111/j.1939-1676.2009.0384.x | PMid:19761477 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1939-1676.2009.0384.x
Gal A, Harrus S, Arcoh I, Lavy E, Aizenberg I, Mekuzas-Yisaschar Y, Baneth G. 2007. Coinfection with multiple tick-borne and intestinal parasites in a 6-week-old dog. The Canadian Veterinary Journal. 48(6):619-622.
Louly CCB, Fonseca IN, Oliveira VF, Borges LMF. 2006. Ocorrência de Rhipicephalus sanguineus em trabalhadores de clínicas veterinárias e canis, no município de Goiânia, GO. Ciência Animal Brasileira 7(1):103-106.
Pereira M, Valério-Bolas A, Saraiva-Marques C, Alexandre-Pires G, Pereira da Fonseca I, Santos-Gomes G. 2019. Development of dog immune system: from in uterus to elderly. Veterinary sciences. 6(4):83. https://doi.org/10.3390/vetsci6040083 | PMid:31640234 PMCid:PMC6958461 DOI: https://doi.org/10.3390/vetsci6040083
Stich RW, Schaefer JJ, Bremer WG. 2008. Host surveys, ixodid tick biology and transmission scenarios as related to the tick-borne pathogen, Ehrlichia canis. Veterinary Parasitology. 158(4):256-273. https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2008.09.013 | PMid:18963493 PMCid:PMC3053144 DOI: https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2008.09.013
Sykes JE. 2023. Tick-Borne diseases. Veterinary Clinics: Small Animal Practice. 53(1):141-154. https://doi.org/10.1016/j.cvsm.2022.07.011 | PMid:36400471 DOI: https://doi.org/10.1016/j.cvsm.2022.07.011
Wang C, Ahlowalia SK, Li Y. 2010. Frequency and therapy monitoring of canine Babesia spp. infection by high-resolution melting curve quantitative FRET-PCR. Veterinary Parasitology.168(1-2):11-18. https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2009.10.015 | PMid:19931290 DOI: https://doi.org/10.1016/j.vetpar.2009.10.015
Wikel SK. 2022. Changing geographic ranges of human biting ticks and implications for tick-borne zoonoses in North America. Zoonotic Diseases. 2(3):126-146. https://doi.org/10.3390/zoonoticdis2030013 DOI: https://doi.org/10.3390/zoonoticdis2030013
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




