The Relationship between Carbohydrate Intake, Vitamin C Intake, and Exercise Frequency with the Nutritional Status of Pencak Silat Athletes

Penulis

  • Dwi Khoerun Nisa Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Jawa Barat 41361, Indonesia
  • Milliyantri Elvandari Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Jawa Barat 41361, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-5167-2304
  • Linda Riski Sefrina Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Jawa Barat 41361, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-3918-5378

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.3.797-804

Kata Kunci:

asupan karbohidrat, asupan vitamin C, frekuensi latihan, pencak silat, status gizi

Abstrak

Pencak silat merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik, kelincahan, serta daya tahan tubuh yang tinggi. Kondisi gizi atlet remaja pencak silat dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti asupan zat gizi dan kebiasaan latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat, asupan vitamin C, dan frekuensi latihan terhadap status gizi atlet pencak silat. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dengan melibatkan 40 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data asupan karbohidrat dan vitamin C dikumpulkan melalui metode food recall 2×24 jam dan dianalisis menggunakan program NutriSurvey. Frekuensi latihan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman’s Rank Correlation pada tingkat signifikansi α=0,05. Dari hasil analisis ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan status gizi atlet (p=0,000; r=0,527). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan vitamin C (p=0,950; r=0,010) maupun frekuensi latihan (p=0,604; r=0,085) dengan status gizi. Sebagian besar atlet (70%) memiliki status gizi normal, meskipun sebagian besar juga mengalami kekurangan asupan karbohidrat (77,5%) dan vitamin C (72,5%). Asupan karbohidrat memiliki peran penting terhadap status gizi atlet pencak silat, sedangkan vitamin C dan frekuensi latihan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih terhadap pemenuhan kebutuhan karbohidrat serta pemberian edukasi gizi secara berkelanjutan guna mendukung performa atlet secara optimal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“The Relationship between Carbohydrate Intake, Vitamin C Intake, and Exercise Frequency with the Nutritional Status of Pencak Silat Athletes” (2026) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 5(3), pp. 797–804. doi:10.25182/jigd.2026.5.3.797-804.