The Relationship Between Dietary Patterns, Stress Levels, and Nutritional Status and the Severity of Dysmenorrhea Among Female University Students
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.3.765-774Kata Kunci:
dismenore, pola makan, status gizi, tingkat stresAbstrak
Dismenore merupakan rasa tidak nyaman yang timbul pada saat menstruasi berupa nyeri perut bagian bawah disertai dengan pusing, mual, dan muntah akibat produksi prostaglandin berlebih yang memicu iskemia sel miometrium dan kontraksi rahim. Dismenore dapat terjadi dengan tingkat keparahan yang berbeda bergantung dengan beberapa faktor, termasuk status gizi, pola makan, dan tingkat stres. Dismenore yang terjadi pada mahasiswi dapat mengganggu aktivitas belajar selama masa perkuliahan berlangsung. Riset ini bertujuan guna menganalisis korelasi yang terjadi antara pola makan, tingkat stres, dan status gizi dengan tingkat keparahan dismenore pada mahasiswi Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Sunan Ampel, Surabaya. Riset ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling pada 34 responden dengan total populasi sebanyak 875 mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri dan pengisian lembar kuesioner. Data yang didapatkan, diolah dan diuji hubungan menggunakan Spearman Rank dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan uji hubungan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) pola makan (p-value=0,300; ρ=-0,183) dan status gizi (p-value=0,132; ρ=0,264) tidak berkaitan dengan tingkat keparahan dismenore pada mahasiswi; (2) tingkat stres memiliki hubungan yang cukup kuat dengan tingkat keparahan dismenore (p-value=0,035; ρ=0,364). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dengan tingkat keparahan dismenore. Sebaliknya, terdapat hubungan antara tingkat stres dengan tingkat keparahan dismenore pada sampel penelitian ini.








2.png)
