Vitamin D status among female textile workers in tropical areas in Indonesia

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.3.645-654

Kata Kunci:

paparan sinar matahari, pekerja perempuan industri tekstil, status gizi, vitamin D

Abstrak

Status vitamin D pada pekerja perempuan dapat tetap tidak memadai di wilayah tropis meskipun ketersediaan sinar matahari tinggi karena faktor pekerjaan, perilaku, dan pakaian dapat membatasi paparan radiasi ultraviolet B. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kadar serum 25-hidroksivitamin D [25(OH)D] serta mengevaluasi beberapa karakteristik gaya hidup dan status gizi pada pekerja perempuan industri tekstil di Sukabumi, Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang pada 65 pekerja perempuan di industri garmen Cicurug, Sukabumi. Kadar serum 25(OH)D diukur menggunakan metode imunoasai kemiluminesensi. Status vitamin D diklasifikasikan menjadi defisiensi (<12 ng/mL), insufisiensi (12–19,9 ng/mL), dan memadai (≥20 ng/mL). Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik subjek, sedangkan analisis bivariat digunakan untuk menilai asosiasi usia, durasi paparan sinar matahari, penggunaan hijab, konsumsi suplemen vitamin D, persentase lemak tubuh, dan indeks massa tubuh dengan defisiensi vitamin D (<12 ng/mL). Rata-rata kadar serum 25(OH)D adalah 13,2±4,4 ng/mL; sebanyak 46,2% subjek mengalami defisiensi, 44,6% insufisiensi, dan 9,2% memiliki status memadai. Penggunaan hijab berasosiasi dengan odds defisiensi yang lebih tinggi pada analisis bivariat (OR=3,37; IK95%: 1,105–10,269; p=0,029). Persentase lemak tubuh tinggi (≥35%) menunjukkan odds defisiensi yang lebih rendah (OR=0,18; IK95%: 0,036–0,894; p=0,028; uji Fisher), tetapi estimasi ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah subjek pada kelompok lemak tubuh tinggi relatif kecil. Usia, durasi paparan sinar matahari, konsumsi suplemen vitamin D, dan indeks massa tubuh tidak menunjukkan asosiasi yang bermakna dengan defisiensi vitamin D. Temuan ini menunjukkan tingginya proporsi status vitamin D yang tidak optimal pada kelompok pekerja ini dan menunjukkan perlunya penelitian dengan sampel lebih besar serta pengukuran paparan ultraviolet dan suplementasi yang lebih rinci.

 

Biografi Penulis

  • Anwar Lubis, Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan 90222, Indonesia
    1. Department of Family Welfare Education, Faculty of Engineering, State University of Makassar, Makassar, South Sulawesi 90222, Indonesia
  • Dadang Sukandar, Prodi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia
    1. Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, IPB University, Bogor, West Java 16680, Indonesia
  • Ali Khomsan, Prodi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia
    1. Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, IPB University, Bogor, West Java 16680, Indonesia
  • Betty Yosephin Simanjuntak, Politeknik Kesehatan Jurusan Gizi, Kementerian Kesehatan RI Bengkulu, Bengkulu 38224, Indonesia
    1. Nutrition Department of Health Polytechnique, Indonesian Ministry of Health Bengkulu, Bengkulu 38224, Indonesia
  • Yuni Nurwati, Jurusan Gizi, Fakultas Ilmu Olah Raga dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur 60213, Indonesia
    1. Department of Nutrition, Faculty of Sports and Health Science, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, East Java 60213, Indonesia
  • Adi Pranoto, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Jawa Timur 60213, Indonesia
    1. Department of Sports Coaching Education, Faculty of Sports and Health Science, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, East Java 60213, Indonesia

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Vitamin D status among female textile workers in tropical areas in Indonesia” (2026) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 5(3), pp. 645–654. doi:10.25182/jigd.2026.5.3.645-654.