Nutritional Status of Toddlers and Its Association with Feeding Practices and Screen Time in Kadudampit Village, West Java
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.3.742-752Kata Kunci:
pola asuh makan, screen time, status gizi, SukabumiAbstrak
Masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Status gizi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola asuh makan dan durasi paparan layar (screen time). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh makan dan screen time dengan status gizi balita usia 6–59 bulan di Desa Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari enam Posyandu di Desa Kadudampit pada Desember 2024 hingga Mei 2025. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pola asuh dan screen time. Status gizi diukur menggunakan data antropometri dan dianalisis melalui aplikasi web Kick Stunting berdasarkan indikator BB/U, PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB, dan IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki status gizi normal, namun prevalensi stunting masih cukup tinggi (31,5%). Sebagian besar orang tua menunjukkan pola asuh makan yang baik (51%) dan waktu screen time anak tergolong rendah. Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh makan maupun screen time dengan status gizi berdasarkan semua indikator antropometri (nilai p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pola asuh dan screen time penting, faktor lain seperti sosial ekonomi dan lingkungan mungkin juga berperan dalam menentukan status gizi balita. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan intervensi gizi yang lebih menyeluruh dan berbasis keluarga serta komunitas.








2.png)
