Spatial Analysis of Slum Levels and Settlement Planning Based on Environmental Vulnerability in The Babakan Raya Area, Babakan Village, Dramaga District, Bogor Regency

Authors

  • Aubrey Naftali Sitorus IPB University
  • Sutoyo IPB University
  • Zainab Ramadhanis IPB University
  • Yuli Suharnoto IPB University
  • Andik Pribadi IPB University

DOI:

https://doi.org/10.29244/jsil.11.1.43-52

Keywords:

Area planning, Geographic Information System, slum, Babakan Raya

Abstract

The redevelopment of the slum area in Community Unit CU (Rukun Warga/RW) 07 Babakan Raya, Dramaga District, is a strategic step to reduce slum conditions while improving the quality of the area's infrastructure. This study aims to identify and analyze the existing slum conditions based on basic infrastructure, land use, building density, and environmental quality, and to develop a spatial planning concept based on spatial analysis to produce an adaptive and sustainable site plan. The methods used include a physical survey in the field, involving 81 respondents through crowdsourcing, and a Weighted Overlay analysis based on the criteria outlined in the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 14/PRT/M/2018. The results showed that 56% of respondents identified building quality as the main factor contributing to slum conditions, followed by drainage problems at 23%. The spatial analysis identified a severe slum area of 9.220 m² located in the southern part of CU 07, while the mild slum area reached 61.210 m². The projected population of Babakan Raya in 2044 is estimated to accommodate 6.500 people, with a density of approximately 573 people per hectare. As a technical response, a spatial plan for the development of the area was prepared in accordance with SNI 03-1733-2004 to improve building layout, drainage systems, and environmental quality in the future. Implementation of this plan is expected to create a healthier, safer, and more sustainable residential environment.

References

[1] Satrio MI, Sukmawati AMA. 2021. Kebertahanan masyarakat pada permukiman kumuh berdasarkan aspek sosial ekonomi di Kelurahan Salatiga, Kota Salatiga. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman. 3(1): 36–48

[2] Nurhidayati E. 2021. Kebertahanan Permukiman Di Tepian Air Kota Pontianak. Yogyakarta: Deepublish.

[3] Harsono I, Sulistiowati S, Apriyanto A, Demung IW. 2025. Buku Referensi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Jakarta: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

[4] Nurhakim KA. 2023. Perencanaan Penataan Kawasan Permukiman Kumuh di Babakan Tengah, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

[5] Surya IB, Taibe P. 2022. Transormasi Spasial dan Perubahan Sosial Komunitas Lokal: Perspektif Dinamika Pembangunan Kawasan Kota Baru. Makassar: Chakti Pustaka Indonesia.

[6] Widianto C, Wijaya INS, Rukmi WI. 2023. Preferensi masyarakat tinggal di permukiman sempadan pantai Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE). 11(4): 109-116.

[7] Rahmani DR, Caesarina HM, Aini Q, Noor R. 2025. Manajemen Lingkungan Kota. Banjarmasin: UrbanGreen Central Media.

[8] Wibowo RC, Sarkowi M. 2022. Studi pemetaan partisipatif melalui pemberdayaan masyarakat lokal dalam pembuatan peta geowisata berbasis konservasi sumber mata air guna mewujudkan desa sukaraja sebagai destinasi wisata utama di Kabupaten Tanggamus. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan. 6(1): 22-26.

[9] Muta’ali L, Nugroho AR. 2019. Permukiman Kumuh Di Indonesia Dari Masa Ke Masa: Perkembangan Program Penanganan. Yogyakarta: UGM Press.

[10] Wihasti IS, Pramono RWD. 2025. Tipologi dan distribusi spasial bidang tanah dalam struktur perkotaan: studi kasus Kota Denpasar. Tunas Agraria. 8(2): 268-289.

[11] Fanggidae LW. 2025. Strategi penataan permukiman kumuh pesisir Kota Kupang (suatu pendekatan perilaku lingkungan). Jurnal Inovasi Kebijakan. 9(1): 1-37.

[12] Antaria S, Al Imran H. 2025. Saluran Drainase Bersilinder Pori Pereduksi Genangan Banjir Perkotaan. Pekalongan: Penerbit Nem.

[13] Waskitho NT. 2024. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Indonesia. Malang: UMMPress.

[14] Rachmita N, Tambunan MP, Manessa MDM, Tambunan RP. 2021. Analisis spasial potensi ekonomi dengan fuzzy overlay di sekitar Bandara Internasional Jawa Barat. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 17(4): 398–410.

[15] Indriani R, Tilaar S, Tinangon AJ, Arkuki K, Pante KF. 2020. Analisis tingkat kekumuhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh di enam kawasan pesisir Kecamatan Manokwari Barat. Jurnal Spasial. Vol, 7(1): 11-22

[16] Salsabila MNM, Fahreza MA. 2025. Kepadatan penduduk: masalah dan solusinya. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora. 4(3), 5921-5931

[17] [Kab Bogor] Pemerintah Kabupaten Bogor. 2024. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2024–2044. Cibinong (ID): Kab

Bogor.

Downloads

Published

2026-05-05

Issue

Section

Research Articles

How to Cite

1.
Spatial Analysis of Slum Levels and Settlement Planning Based on Environmental Vulnerability in The Babakan Raya Area, Babakan Village, Dramaga District, Bogor Regency. J-Sil [Internet]. 2026 May 5 [cited 2026 Jun. 6];11(1):43-52. Available from: https://journal.ipb.ac.id/index.php/jsil/article/view/72402

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>