From skin folds to flight: elastic and collagen fibers architecture in the wing of the large flying fox (Pteropus vampyrus)
Unduhan
Terbang pada kelelawar merupakan moda gerak utama karena mereka adalah satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Karakteristik morfologi membran sayap diduga berperan penting dalam kemampuan terbangnya. Penelitian ini menganalisis morfologi fungsional membran sayap kelelawar besar (Pteropus vampyrus), dengan fokus pada pengaturan serat elastis dan kolagen. Dalam penelitian ini, kami menggunakan dua kelelawar dewasa yang ditangkap di alam liar dari Jawa Barat, Indonesia. Potongan jaringan membran sayap diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin, trikrom Masson, dan Verhoeff-Van Gieson. Membran sayap kelelawar terdiri dari kulit berlapis ganda yang ditutupi oleh lapisan epidermis tipis. Membran sayap terdiri dari serat kolagen dan bundel elastin yang tertata rapi yang disisipkan di antara dua lapisan kulit. Serat kolagen memperkuat membran sayap dengan menahan tekanan udara, sedangkan serat elastis memberikan fleksibilitas pada sayap. Hal ini dapat menggambarkan kekuatan dan fleksibilitas membran sayap kelelawar besar selama terbang.
Bennett SC. 2000. Pterosaur flight: The role of actinofibrils in wing function. Historical Biology. 14(4):255-284. https://doi.org/10.1080/10292380009380572 DOI: https://doi.org/10.1080/10292380009380572
Breed AC, Field HE, Smith CS, Edmonston J, Meers J. 2010. Bats without borders: long-distance movements and implications for disease risk management. EcoHealth. 7:204-212. https://doi.org/10.1007/s10393-010-0332-z | PMid:20645122 PMCid:PMC7087570 DOI: https://doi.org/10.1007/s10393-010-0332-z
Cao T, Jin J. 2020. Evolution of flight muscle contractility and energetic efficiency. Frontiers in Physiology. 11:565310. https://doi.org/10.3389/fphys.2020.01038 | PMid:33162892 PMCid:PMC7581897 DOI: https://doi.org/10.3389/fphys.2020.01038
Cheney JA, Allen JJ, Swartz SM. 2017. Diversity in the organization of elastin bundles and intramembranous muscles in bat wings. Journal of Anatomy. 230(41):510-523. https://doi.org/10.1111/joa.12580 | PMid:28070887 PMCid:PMC5345682 DOI: https://doi.org/10.1111/joa.12580
Heard DJ, Beal C, Owens J. 1996. Ketamine and ketamine:xylazine ED50 for short-term immobilization of the island flying fox (Pteropus hypomelanus). Journal of Zoo and Wildlife Medicine. 27:44-48.
Maina JN. 2000. What it takes to fly: the structural and functional respiratory refinements in birds and bats. Journal of Experimental Biology. 203(20):3045-3064. https://doi.org/10.1242/jeb.203.20.3045 | PMid:11003817 DOI: https://doi.org/10.1242/jeb.203.20.3045
Russell AP, Dijkstra LD, Powell GL. 2001. Structural characteristics of the patagium of Ptychozoon kuhli (Reptilia: Gekkonidae) in relation to parachuting locomotion. Journal of Morphology. 247(2):252-263. https://doi.org/10.1002/1097-4687(200103)247:3<252::AID-JMOR1015>3.3.CO;2-Q | PMid:11223931 DOI: https://doi.org/10.1002/1097-4687(200103)247:3<252::AID-JMOR1015>3.3.CO;2-Q
Russell AP, Dijkstra LD. 2001. Patagial morphology of Draco volans (Reptilia: Agamidae) and the origin of glissant locomotion in flying dragons. Journal of Zoology. 253(4):457-471. https://doi.org/10.1017/S0952836901000425 DOI: https://doi.org/10.1017/S0952836901000425
Shen YY, Liang L, Zhu ZH, Zhou WP, Irwin DM, Zhang YP. 2010. Adaptive evolution of energy metabolism genes and the origin of flight in bats. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 107(19):8666-8671. https://doi.org/10.1073/pnas.0912613107 | PMid:20421465 PMCid:PMC2889356 DOI: https://doi.org/10.1073/pnas.0912613107
Swartz SM, Groves MS, Kim HD, Walsh WR. 1996. Mechanical properties of bat wing membrane skin. Journal of Zoology. 239(2):357-378. https://doi.org/10.1111/j.1469-7998.1996.tb05455.x DOI: https://doi.org/10.1111/j.1469-7998.1996.tb05455.x
Telling EC, Springer MS, Madsen O, Bates P, O'Brien SJ, Murphy WJ. 2005. A molecular phylogeny for bats illuminates biogeography and the fossil record. Science. 307(5709):580-584. https://doi.org/10.1126/science.1105113 | PMid:15681385 DOI: https://doi.org/10.1126/science.1105113
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




