From skin folds to flight: elastic and collagen fibers architecture in the wing of the large flying fox (Pteropus vampyrus)

khiroptera terbang morfologi patagium sayap

Penulis

  • Danang Dwi Cahyadi Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Supratikno Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Yasmin Nadhiva Narindria Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Savitri Novelina Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Heru Setijanto Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Srihadi Agungpriyono Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Chairun Nisa' Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Nurhidayat
    nhdayat@apps.ipb.ac.id
    Division of Anatomy Histology and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor 16680, West Java, Indonesia, Indonesia

Terbang pada kelelawar merupakan moda gerak utama karena mereka adalah satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Karakteristik morfologi membran sayap diduga berperan penting dalam kemampuan terbangnya. Penelitian ini menganalisis morfologi fungsional membran sayap kelelawar besar (Pteropus vampyrus), dengan fokus pada pengaturan serat elastis dan kolagen. Dalam penelitian ini, kami menggunakan dua kelelawar dewasa yang ditangkap di alam liar dari Jawa Barat, Indonesia. Potongan jaringan membran sayap diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin, trikrom Masson, dan Verhoeff-Van Gieson. Membran sayap kelelawar terdiri dari kulit berlapis ganda yang ditutupi oleh lapisan epidermis tipis. Membran sayap terdiri dari serat kolagen dan bundel elastin yang tertata rapi yang disisipkan di antara dua lapisan kulit. Serat kolagen memperkuat membran sayap dengan menahan tekanan udara, sedangkan serat elastis memberikan fleksibilitas pada sayap. Hal ini dapat menggambarkan kekuatan dan fleksibilitas membran sayap kelelawar besar selama terbang.

Cara Mengutip

1.
Cahyadi DD, Supratikno, Narindria YN, Novelina S, Setijanto H, Agungpriyono S, et al. From skin folds to flight: elastic and collagen fibers architecture in the wing of the large flying fox (Pteropus vampyrus). ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Dec. 28 [cited 2026 Jun. 6];8(4):97-8. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/59985
No Related Submission Found