Mastitis subklinis pada sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden, Jawa Tengah, Indonesia
Unduhan
Mastitis subklinis merupakan penyakit yang sering menyerang sapi perah laktasi dan berpotensi menurunkan produksi sehingga menimbulkan kerugian bagi peternak. Mastitis subklinis umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae dan Escherichia coli. Tulisan ini bertujuan untuk melaporkan tanda klinis, metode diagnosis dan penanganan mastitis subklinis pada sapi perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Uji mastitis dilakukan menggunakan California Mastitis Test (CMT). Pemeriksaan klinis sapi tampak normal tanpa adanya tanda-tanda peradangan pada ambing, sedangkan berdasarkan pemeriksaan dengan CMT, sapi dinyatakan positif mastitis subklinis dengan hasil CMT +++ (sedang) pada ambing kiri depan, dan CMT ++ (ringan) pada ambing kiri belakang. Sapi kemudian ditangani dengan pemberian antibiotik Terrexine LC yang mengandung cephalexin (200 mg) dan kanamycin (100,000 IU), secara intramamari, sebanyak 3 kali setiap 12 jam post-milking. Teat dipping menggunakan povidone iodine 1% serta pemisahan kandang dengan sapi yang sehat juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit. Skor CMT tampak menurun dan dinyatakan sebagai infeksi ringan setelah 7 hari pasca pengobatan.
Blowey RW, Edmondson P. 2010. Mastitis Control in Dairy Herds. 2nd ed. Cambridge: CAB International.
Cervinkova D, Vlkova H, Borodacova I, Makovcova J, Babak V, Lorencova A, Vrtkova I, Marosevic D, Jaglic Z. 2013. Prevalence of mastitis pathogens in milk from clinically healthy cows. Veterinarni Medicina. 58(11):567-575.
Ganière JP, Denuault L. 2009. Synergistic interactions between cefalexin and kanamycin in Mueller–Hinton broth medium and in milk. Journal of Applied Microbiology. 107(1):117-125.
Khasanah H, Setyawan HB, Yulianto R, Widianingrum DC. 2021. Subclinical mastitis: Prevalence and risk factors in dairy cows in East Java, Indonesia. Veterinary World. 14(8):2102-2108.
Maneke E, Pridmore A, Goby L, Lang I. 2011. Kill rate of mastitis pathogens by a combination of cefalexin and kanamycin. Journal of Applied Microbiology. 110(1): 184-190.
Martí-De OA, Peris C, Molina MP. 2020. Effect of subclinical mastitis on the yield and cheese-making properties of ewe’s milk. Small Ruminant Research. 184:106044.
Silley P, Goby L, Pillar CM. 2012. Susceptibility of coagulase-negative staphylococci to a kanamycin and cefalexin combination. Journal of Dairy Science. 95(6):3448-3453.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




