Meningkatkan angka kehamilan pada sapi Bali (Bos javanicus) melalui sinkronisasi estrus berbasis prostaglandin F₂α
Unduhan
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas sinkronisasi estrus menggunakan prostaglandin F2α (PGF2α) pada sapi Bali dan menilai hasil kehamilan setelah perlakuan awal dan resinkronisasi selanjutnya. Sepuluh sapi Bali menerima dua suntikan PGF2α, diberikan dengan jarak 11 hari, sesuai rekomendasi standar. Hewan yang menunjukkan estrus diinseminasi buatan, dan diagnosis kehamilan dilakukan 30–45 hari setelah inseminasi menggunakan ultrasonografi. Sapi yang gagal hamil selama siklus pertama menjalani protokol resinkronisasi dua minggu kemudian. Protokol sinkronisasi menghasilkan respons estrus 100%, dengan tingkat kehamilan awal 40% (4 sapi). Resinkronisasi enam sapi yang tidak hamil menghasilkan dua kehamilan tambahan (33,3%), sehingga menghasilkan tingkat kehamilan keseluruhan 60%. Temuan ini menunjukkan bahwa PGF2α efektif dalam mengatur siklus estrus dan meningkatkan efisiensi reproduksi sapi Bali, terutama bila diintegrasikan dengan strategi resinkronisasi.
Firmiaty S, Idrus M, Amilludin, Sudirman, Sonjaya H, Suyadi S, Iskandar H. 2023. Conception rate of artificial insemination of bali cattle on different semen depositions. Jurnal Bioteknologi and Biosains Indonesia. 10(2):368-374.
Haile SM, Abebe BK, Tesfa TW. 2023. Efficiency evaluation of two estrus synchronization protocols in estrus response and conception rate of dairy cows in the Dalocha district, Ethiopia. Heliyon. 1-8. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12781 | PMid:36685371 PMCid:PMC9850190
Kertawirawan IPA, Trilaksana IGNB, Pemayun TGO. 2021. Efektivitas prostaglandin F2α dalam menginduksi berahi, non return rate dan conception rate pada sapi bali an-estrus postpartum. Buletin Veteriner Udayana. 13(2):118-124. https://doi.org/10.24843/bulvet.2021.v13.i02.p02
Malik A. 2019. Efek penyuntikan prostaglandin F2α (PGF2α) terhadap timbul dan lama birahi sapi Bali pada paritas yang berbeda. Ziraa'ah. 44(2):142-146. https://doi.org/10.31602/zmip.v44i2.1945
Mukkun RRL, Yusuf M, Toleng AL, Sonjaya H, Hasrin. 2021. Effectiveness of estrous synchronization using prostaglandin (PGF2α) in Bali cows. The 3rd International Conference of Animal Science and Technology. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 012138. https://doi.org/10.1088/1755-1315/788/1/012138
Stevenson JS, Pulley SL, Mellieon Jr HI. 2012. Prostaglandin F2α and gonadotropin-releasing hormone administration improve progesterone status, luteal number, and proportion of ovular and anovular dairy cows with corpora lutea before a timed artificial insemination pro-gram. Journal Dairy Science. 95:1831-1844. https://doi.org/10.3168/jds.2011-4767 | PMid:22459831
Wiltbank MC, Mezera MA, Toledo MZ, Drum JN, Baes GM, Garcia-Guerra A, Sartori R. 2018. Physiological mechanisms involved in maintaining the corpus luteum during the first two months of pregnancy. Proceedings of the 10th International Ruminant Reproduction Symposium (IRRS 2018); Foz do Iguaçu, PR, Brazil, September 16th to 20th, 2018. 1-17.
Wiltbank ML, Baez GM, Cochrane F, Barletta RV, Trayford CR, Joseph RT. 2015. Effect of a second treatment with prostaglandin F2α during the ovsynch protocol on luteolysis and pregnancy in dairy cows. Journal Dairy Science. 98:8644-8654. https://doi.org/10.3168/jds.2015-9353 | PMid:26433418
Yeshimebet C, Tesfaye Z, Hulunim G, Lina G, Getachew K, Chekol D, Amare B, Ayele A, Tsegaye Y. 2017. Evaluation of two estrus synchronization protocols in dairy cattle at North Shoa zone Ethiopia. Animal Production. 19(2):93-100. https://doi.org/10.20884/1.jap.2017.19.2.616
Hak Cipta (c) 2025 CC-BY-SA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




