Meningkatkan angka kehamilan pada sapi Bali (Bos javanicus) melalui sinkronisasi estrus berbasis prostaglandin F₂α

sinkronisasi berahi prostaglandin sapi Bali angka kebuntingan

Penulis

  • Dedi Rahmat Setiadi
    dedirsetiadi@gmail.com
    Division Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Yohana Tri Hastuti Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Bongot Huaso Mulia Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Imam Purwadi Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Muhammad Nanang Tejolaksono Taman Safari Indonesia II, Prigen, Pasuruan, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Gilang Rhomadon Taman Safari Indonesia II, Prigen, Pasuruan, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Risti Widihasputri PT. Smelting Indonesia, Gresik, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Saptohadi Prayetno PT. Smelting Indonesia, Gresik, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Jansen Manansang Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
  • Raden Iis Arifiantini Division Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, West Java, Indonesia, Indonesia
Figure 1. Clinical signs of estrus 48h (A, B) and 72h (C) after the 2nd injection of PGF2α in Bali cattle, showed no significant differences

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas sinkronisasi estrus menggunakan prostaglandin F2α (PGF2α) pada sapi Bali dan menilai hasil kehamilan setelah perlakuan awal dan resinkronisasi selanjutnya. Sepuluh sapi Bali menerima dua suntikan PGF2α, diberikan dengan jarak 11 hari, sesuai rekomendasi standar. Hewan yang menunjukkan estrus diinseminasi buatan, dan diagnosis kehamilan dilakukan 30–45 hari setelah inseminasi menggunakan ultrasonografi. Sapi yang gagal hamil selama siklus pertama menjalani protokol resinkronisasi dua minggu kemudian. Protokol sinkronisasi menghasilkan respons estrus 100%, dengan tingkat kehamilan awal 40% (4 sapi). Resinkronisasi enam sapi yang tidak hamil menghasilkan dua kehamilan tambahan (33,3%), sehingga menghasilkan tingkat kehamilan keseluruhan 60%. Temuan ini menunjukkan bahwa PGF2α efektif dalam mengatur siklus estrus dan meningkatkan efisiensi reproduksi sapi Bali, terutama bila diintegrasikan dengan strategi resinkronisasi.

Cara Mengutip

1.
Setiadi DR, Hastuti YT, Mulia BH, Purwadi I, Tejolaksono MN, Rhomadon G, et al. Meningkatkan angka kehamilan pada sapi Bali (Bos javanicus) melalui sinkronisasi estrus berbasis prostaglandin F₂α. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Nov. 1 [cited 2026 Jun. 6];9(4):115-6. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/69305

Damaged pen floors reduce pregnancy rates in Garut sheep: A comparative study across ram breeds

Mokhamad Fakhrul Ulum , Ali Omar Alahmad , Adelaide Jose Pereira Cristovao , Surya Kusuma...