Identifikasi bakteri enterik gram-negatif dan pola resistensi antimikroba pada burung psittacine yang dipelihara di Indonesia

resisten antibiotika uji biokimia bakteri gram negatif burung

Penulis

  • Arfah Herawana El Zamzami Program of Veterinary Medicine, School of Veterinary Medicine and Biomedical Science, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Safika
    safika@apps.ipb.ac.id
    Division of Medical Microbiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Mokhamad Fahrudin Division of Anatomy, Histology, and Embryology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Muhammad Piter Kombo Animal Health of Bird Park Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Indonesia, Indonesia
  • Wisnu Rahmadan Almanda Magister Program of Biomedical Animal Science,School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
Table 1. Bacterial identification results from Psittacine isolates

Burung psittacine rentan terhadap penyakit bakteri, termasuk infeksi gram-negatif. Tantangan utama dalam pengobatan burung ini adalah resistensi antibiotik, di mana antibiotik menjadi tidak efektif terhadap bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri gram-negatif yang terdapat dalam 11 sampel feses psittacine dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, serta untuk menentukan keberadaan resistensi antibiotik pada bakteri tersebut. Dalam penelitian ini, bakteri diisolasi menggunakan media Mac-Conkey Agar, diikuti dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia untuk identifikasi bakteri. Pengujian resistensi antibiotik dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer terhadap tujuh antibiotik. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan adanya Klebsiella sp., Proteus mirabilis, dan Escherichia coli dalam sampel feses psittacine dari TMII. Resistensi terhadap antibiotik asam nalidiksik, doksisiklin, tetrasiklin, gentamisin, eritromisin, sefotaxim, dan trimetoprim-sulfametoksazol diamati, dengan trimetoprim-sulfametoksazol menunjukkan tingkat resistensi terendah di antara bakteri Psittacine feses.

Cara Mengutip

1.
El Zamzami AH, Safika, Fahrudin M, Kombo MP, Almanda WR. Identifikasi bakteri enterik gram-negatif dan pola resistensi antimikroba pada burung psittacine yang dipelihara di Indonesia. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Nov. 1 [cited 2026 Jun. 6];9(4):111-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/66213