Corpus alienum pada saluran pencernaan kura-kura baning (Manouria emys) di Kebun Binatang Bandung

corpus alienum feeding tube pencahar gliserin kura-kura baning Manouria emys

Penulis

  • Monica Silva Jerica Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Josephin Bernadette Dokter Hewan Klinik dan Karantina, Kebun Binatang Bandung, Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Teresa Wening Anggitasari Dokter Hewan Klinik dan Karantina, Kebun Binatang Bandung, Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Noval Ekarian Ramadan Paramedik Klinik dan Karantina, Kebun Binatang Bandung, Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Kusdiantoro Mohamad
    kusdiantoro@apps.ipb.ac.id
    Program of Veterinary Professional Education, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia

Kura-kura memiliki kebiasaan menelan benda asing yang dikenal sebagai geofagi. Benda asing yang tertelan dapat menimbulkan obstruksi pada saluran pencernaan. Seekor kura-kura baning cokelat (Manouria emys), jenis kelamin jantan, dengan berat badan 13,5 kg, dilaporkan mengalami penurunan nafsu makan, lemas, tidak dapat defekasi, dan mata berair. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiografi (X-ray) menunjukkan akumulasi benda asing di saluran pencernaan. Penanganan yang dilakukan berupa pemasangan feeding tube, pemberian gliserin, dan pemberian biodin. Setelah penanganan, kura-kura mengeluarkan benda asing berupa pasir saat defekasi dan selanjutnya mengalami peningkatan kondisi tubuh. Kura-kura aktif kembali dan dinyatakan sembuh setelah 18 hari penanganan.

Cara Mengutip

1.
Jerica MS, Bernadette J, Anggitasari TW, Ramadan NE, Mohamad K. Corpus alienum pada saluran pencernaan kura-kura baning (Manouria emys) di Kebun Binatang Bandung. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 May 26 [cited 2026 Jun. 6];9(2):53-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/63392
No Related Submission Found