Molecular detection of Haemonchus contortus on spotted deer (Axis axis)
Unduhan
Rusa tutul (Axis axis) sebagai hewan endemik yang dilindungi memiliki potensi untuk dikembangkan guna memberikan nilai ekonomi. Namun, secara umum, rusa sering terinfeksi penyakit endoparasit yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kontak langsung dengan daerah yang terinfeksi hingga penularan melalui pakan. Akibat infeksi endoparasit, hewan yang terinfeksi dapat mengalami malnutrisi, gangguan fisiologis, dan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies cacing nematoda menggunakan diagnosis molekuler pada rusa tutul. Identifikasi molekuler spesies nematoda dalam feses rusa dilakukan dengan pengumpulan dan kultivasi sampel feses, isolasi larva, ekstraksi DNA, proses PCR, dan elektroforesis. Analisis molekuler menggunakan primer spesifik yang menargetkan gen ITS. Hasil PCR menunjukkan pita tunggal pada 260 bp. Berdasarkan hasil tersebut, spesies nematoda yang menginfeksi rusa tutul adalah Haemonchus contortus. Temuan ini memberikan konfirmasi tingkat molekuler pertama infeksi endoparasit pada rusa tutul di Indonesia, memperluas informasi diagnostik yang ada untuk pemantauan kesehatan satwa liar.
Amarante MRV, Santos MC, Bassetto CC, Amarante AFT. 2017. PCR primers for straightforward differentiation of Haemonchus contortus, Haemonchus placei and their hybrids. Journal of Helminthology. 91(6):757-761. https://doi.org/10.1017/S0022149X16000882 | PMid:28069083
Anggraini, S. 2010. Derajat Infestasi Strongylus spp pada Kuda Bendi di Kota Payakumbuh Sumatera Barat [Thesis]. Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Besier RB, Kahn LP, Sargison ND, Van Wyk JA. 2016. The patho-physiology ecology and epidemiology of Haemonchus contortus infection in small ruminants. Advances in Parasitology. 93:95-143. https://doi.org/10.1016/bs.apar.2016.02.022 | PMid:27238004
Hambal M, Mukhtar RS, Hanafiah M, Fahrimal Y, Winaruddin, Manad ZH. 2016. Perkembangan dan gambaran anatomis larva infektif (L3) Haemonchus contortus yang dibiakkan dengan vermicullite. Jurnal Medika Veterinaria. 10(1):63-66. https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v10i1.4043
Hartono, Suprihati E, Safitri E, L Retno ND, Mufasirin, Kusnoto. 2019. Identifikasi jenis-jenis endoparasit yang terdapat pada saluran pencernaan rusa bawean (Axis kuhli) dan rusa totol (Axis axis) di Taman Flora Bratang-Surabaya. Journal of Parasite Science. 3(2):53-58. https://doi.org/10.20473/jops.v3i2.16518
Laing R, Kikuchi T, Martinelli A, Tsai IJ, Beech RN, Redman E, Holroyd N, Bartley DJ, Beasley H, Britton C, Curran D. 2013. The genome and transcriptome of Haemonchus contortus, a key model parasite for drug and vaccine discovery. Genome Biology. 14(8):R88. https://doi.org/10.1186/gb-2013-14-8-r88 | PMid:23985316 PMCid:PMC4054779
Shaikenov BS, Rysmukhambetova AT, Massenov B, Deplazes P, Mathis A, Torgerson PR. 2004. The use of a polymerase chain reaction to detect Echinococcus granulosus (G1 Strain) egg in soil sample. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 71(4):441-443. https://doi.org/10.4269/ajtmh.2004.71.441 | PMid:15516640
Tapia-Escárate D, Lopez-Villalobos N, Scott I, Wilson PR, Bisset SA, Sanhueza JM, Pomroy WE. 2020. A survey of gastrointestinal nematode species in red deer (Cervus elaphus) farms in New Zealand using PCR. Veterinary Parasitology: Regional Studies and Reports. 21:100419. https://doi.org/10.1016/j.vprsr.2020.100419 | PMid:32862895
Wirawan IGKO, Jaya IK, Randu MDS. 2019. Keragaman dan inten-sitas infeksi endoparasit gastrointestinal pada sapi bali dengan sistem ekstensif di Kabupaten Kupang. Jurnal Sain Veteriner. 37(2):151-159. https://doi.org/10.22146/jsv.43185
Yuswandi, Yuniar R. 2015. Studi biologi larva dan cacing dewasa Haemonchus contortus pada kambing. Jurnal Sain Veteriner. 33(1):42-45.
Hak Cipta (c) 2025 CC-BY-SA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




