Integrative management of feline pneumonia: a case study on laser puncture and pharmacotherapy

Akupuntur Akupuntur Laser Joule mW Pneumonia

Penulis

  • Roro Soesatyoratih
    susatyoratih@yahoo.co.id
    Division of Surgery and Radiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia

Seekor kucing betina bernama Meisy datang ke Klinik Hewan Cimanggu dengan keluhan sesak nafas, batuk, flu, dan tidak mau makan. Hasil pemeriksaan fisik inspeksi kucing terlihat sesak nafas, batuk, dan keluar discharge purulenta dari hidung. Pemeriksaan palpasi kucing tidak merasa nyaman ketika dilakukan penekanan pada titik akupuntur BL-13 yang merupakan shu belakang organ paru. Pada auskultasi suara paru kotor. Hasil pemeriksaan penunjang Roentgen pada posisi latero lateral dan dorso ventral dtemukan adanya kelainan pada semua lapangan paru, berupa pola Interstitial Diffuse Bronchial Pattern (Cutton Like Density) yang mengindikasikan Ppneumonia. Kucing Meisy didiagnosa Pneumonia..  Terapi pada kasus ini adalah Laser Puncture dengan energi 0,5 Joule dan power 20 mW pada titik BL-13, LU-9 dan , ST-36 dilakukan seminggu 2 kali yang dikombinasi  dengan penggunaan obat-obatan antibiotik, antiradang,  infus, dan nebulizer. . Perkembangan terapi terjadi setelah akupuntur ke-3, dan dinyatakan sembuh setelah akupuntur ke-8 dan terapi akupuntur dihentikan.

Cara Mengutip

1.
Soesatyoratih R. Integrative management of feline pneumonia: a case study on laser puncture and pharmacotherapy. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Dec. 31 [cited 2026 Jun. 7];8(4):83-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/60337

An integrative therapy for paraplegia dog with ehrlichiosis

Frizky Amelia, Danny Umbu T. Hambandima, Erly Rizka Adistya, Roro Soesatyoratih, Leni Maylina,...