Deteksi molekuler Babesia spp. menggunakan PCR pada anjing dari Bogor dan Jakarta, Indonesia
Unduhan
Babesiosis pada anjing disebabkan oleh infeksi Babesia spp.; namun, metode deteksinya terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Babesia spp. pada anjing dari Bogor dan Jakarta melalui PCR. Sampel darah (n=56) dikumpulkan dan diperiksa menggunakan apusan darah dengan pewarnaan Giemsa 10% dan PCR yang menargetkan gen 18S rRNA. Profil hematologi juga dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12,5% anjing ras campuran dari Bogor positif terinfeksi Babesia spp. melalui kedua metode. Anjing yang terinfeksi menunjukkan jumlah sel darah merah yang berkurang dan jumlah sel darah putih yang meningkat, yang mengindikasikan anemia dan respons imun. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode molekuler untuk diagnosis yang akurat dan mendukung perlunya program pencegahan dan pengendalian.
Andersson MO, Tolf C, Tamba P, Stefanache M, Waldenström J, Dobler G, Chițimia-Dobler L. 2017. Canine tick-borne diseases in pet dogs from Romania. Parasites & Vectors, 10(1):155. https://doi.org/10.1186/s13071-017-2092-x | PMid:28335825 PMCid:PMC5364683 DOI: https://doi.org/10.1186/s13071-017-2092-x
Arpin S, Dewantari I. 2022. Penanganan GSD (German Sheperd) yang terinfeksi CPV (Canine parvovirus) dan parasit darah Babesia spp. serta Anaplasma sp. di Antasari Pet Clinic Samarinda. Acta Veterinaria Indonesiana. 3(Special Issues):23-28.
Boozer AL, Macintire DK. 2003. Canine babesiosis. Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice. 33(4):885-904. https://doi.org/10.1016/S0195-5616(03)00039-1 | PMid:12910748 DOI: https://doi.org/10.1016/S0195-5616(03)00039-1
Duarte SC, Parente JA, Pereira M, Soares CMdeA, Linhares GFC. 2011. Phylogenetic characterization of Babesia canis vogeli in dogs in the state of Goiás, Brazil. Revista Brasileira de Parasitologia Veterinária. 20(4):274-280. https://doi.org/10.1590/S1984-29612011000400004 | PMid:22166380 DOI: https://doi.org/10.1590/S1984-29612011000400004
Ghannam MG, Varacallo M. 2023. Biochemistry, Polymerase Chain Reaction. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.
[WHO] World Health Organization. 2017. World Health Statistics 2017: Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals. WHO, Geneva.
Kirli G. 2006. Prevalence of canine babesiosis in Aegean Region of Turkey [MS Dissertation]. Adnan Menderes University Graduate School of Health Sciences.
Laha R, Das M, Sen A. 2015. Morphology, epidemiology, and phylogeny of Babesia: An overview. Tropical Parasitology. 5(2):94. https://doi.org/10.4103/2229-5070.162490 | PMid:26629451 PMCid:PMC4557164 DOI: https://doi.org/10.4103/2229-5070.162490
Mank V, Azhar W, Brown K. 2024. Leukocytosis. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.
Murray CK, Gasser RA, Magill AJ, Miller RS. 2008. Update on rapid diagnostic testing for malaria. Clinical Microbiology Reviews, 21(1):97-110. https://doi.org/10.1128/CMR.00035-07 | PMid:18202438 PMCid:PMC2223842 DOI: https://doi.org/10.1128/CMR.00035-07
Pavel G, Malancus R. 2013. Correlation between hematological parameters and Babesia spp. infestation in animals. Bulletin UASVM, 70(2):276-281.
Piratae S, Pimpjong K, Vaisusuk K, Chatan W. 2015. Molecular detec-tion of Ehrlichia canis, Hepatozoon canis and Babesia canis vogeli in stray dogs in Mahasarakham province, Thailand. Annals of Parasitology. 61(3):183-187.
Thongsahuan S, Saechan V, Chethanond U, Wasiksiri S, Tongtako W, Musikacharoen T. 2016. Blood parasites and hematological change in pet dogs in Songkhla Province, Southern Thailand. Thai Journal of Veterinary Medicine. 46(Suppl):249-250.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




