Transmissible venereal tumor and anaplasmosis in a domestic dog

anjing domestik anaplasmosis transmissible venereal tumor hematologi biokimia darah

Penulis

  • Roro Iyaka Nuraliyu
    roro.iyaka@gmail.com
    Program of Veterinary Professional, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Vincentius Bryan Laksamana Program of Veterinary Professional, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia
  • Dina Novitasari Sunset Vet Ubud Animal Clinic, Gianyar, Bali, Indonesia, Indonesia
  • Sus Derthi Widhyari Division of Internal Medicine and Clinical Pathology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia, Indonesia

Makalah ini melaporkan kasus tumor kelamin menular dan anaplasmosis pada anjing peliharaan. Seekor anjing betina domestik hitam-putih, berusia 2 tahun, berat 7,1 kg, dibawa ke klinik untuk diperiksa setelah diselamatkan. Pemeriksaan fisik menunjukkan infestasi Rhipicephalus sanguinis dan pembengkakan vagina dengan nodul berdiameter sekitar 5 mm. Hitung darah lengkap menunjukkan leukositosis, neutrofilia, dan eosinofilia. Hemoglobin, konsentrasi hemoglobin korpuskular rata-rata, dan nilai trombosit menurun. Hasil uji biokimia darah menunjukkan penurunan kadar protein total. Hasil sitologi nodul vagina konsisten dengan tumor kelamin menular. Anjing itu didiagnosis dengan tumor kelamin menular dan anaplasmosis. Perawatannya meliputi antibiotik doksisiklin, agen kemoterapi vinkristin, suplemen herbal fu fang, obat anti kutu dan caplak fluralaner, antihelmintik cazitel, suplemen Kalvidog, dan sampo obat untuk memperbaiki kondisi kulit.

Cara Mengutip

1.
Nuraliyu RI, Laksamana VB, Novitasari D, Widhyari SD. Transmissible venereal tumor and anaplasmosis in a domestic dog. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Mar. 4 [cited 2026 Jun. 6];9(1):17-8. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/56415

Profil Hematologi Sederhana pada Trenggiling Jawa (Manis Javanica) yang Mengalami Diare Kronis

Muhammad Sulthan Rasyid Rifai, Chusnul Choliq, Chairun Nisa, Danny Umbu Tay Hambandima

Hematologi rutin sapi peranakan ongole yang mengalami mumifikasi fetus

Dinar Arifianto, Topas Wicaksono Priyo Jr, Erif Maha Nugraha Setyawan, Agus Purnomo, Dhirgo...