Mastitis klinis pada seekeor domba persilangan Etawah

kelenjar mamae bakteri inflamasi domba betina silangan Etawah

Penulis

  • Rini Widyastuti
    r.widyastuti@apps.ipb.ac.id
    Department of Animal Production, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran, Indonesia, Indonesia
  • Rangga Setiawan Department of Animal Production, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran , Indonesia
  • Nena Hilmia Department of Animal Production, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran , Indonesia

Mastitis pada ruminansia kecil menimbulkan tantangan besar dalam kedokteran hewan karena berdampak signifikan pada kesejahteraan dan produktivitas hewan. Studi kasus ini menggambarkan mastitis klinis pada domba Etawah betina berumur empat tahun setelah melahirkan. Pemeriksaan fisik mengungkapkan adanya peradangan di kelenjar susu kanan. Kondisi domba tersebut memburuk akibat luka terbuka yang muncul dari gesekan kulit kelenjar susu dengan lantai saat berbaring. Lesi tersebut meluas, menghasilkan eksudat purulen yang berubah menjadi koreng. Penghentian pemerahan pada kelenjar susu yang terinfeksi berakibat buruk pada kesehatannya karena akumulasi susu dalam alveoli mendukung pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Regimen pengobatan yang diterapkan meliputi penggunaan penisilin dan sulpidon; namun, kondisi domba tersebut terus memburuk, menunjukkan bahwa pengobatan tersebut tidak efektif.

Cara Mengutip

1.
Widyastuti R, Setiawan R, Hilmia N. Mastitis klinis pada seekeor domba persilangan Etawah. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Sep. 21 [cited 2026 Jun. 7];8(3):59-60. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/55846