Diagnosis and treatment of Malassezia dermatitis in a Persian cat
Unduhan
Kehadiran jamur Malassezia pada kulit, baik dalam jumlah normal maupun berlebih, dapat mengaktifkan sistem kekebalan kulit pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus seekor kucing Persia berusia tujuh tahun bernama Imo, yang mengalami nyeri mata dan gejala dermatitis selama pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang, termasuk penggunaan kit tes kombo dan sitologi, menghasilkan diagnosis dermatitis Malassezia. Terapi yang diberikan meliputi pembersihan dan kompres luka dengan larutan saline yang mengandung NaCl, pemberian itraconazole dan tambahan air oxyfresh secara oral, injeksi marbofloxacin secara subkutan, dan aplikasi vaseline secara topikal. Pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penyembuhan luka dalam waktu 24 hari setelah perawatan.
Bond R, Guillot J, Cabañes FJ. 2010. Malassezia yeasts in animal disease. Malassezia and the skin: Science and clinical practice. 271-299. https://doi.org/10.1007/978-3-642-03616-3_10 DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-642-03616-3_10
Dall'Oglio F, Nasca MR, Gerbino C, Micali G. 2022. An overview of the diagnosis and management of seborrheic dermatitis. Clinical, cosmetic and investigational dermatology. 1:1537-1548. https://doi.org/10.2147/CCID.S284671 | PMid:35967915 | PMCid:PMC9365318 DOI: https://doi.org/10.2147/CCID.S284671
Guillot J, Bond R. 2020. Malassezia yeasts in veterinary dermatology: an updated overview. Frontiers in cellular and infection microbiology. 10:79. https://doi.org/10.3389/fcimb.2020.00079 | PMid:32181160 | MCid:PMC7059102 DOI: https://doi.org/10.3389/fcimb.2020.00079
Jacobson LS. 2002. Diagnosis and medical treatment of otitis externa in the dog and cat. Journal of the South African Veterinary Association. 73(4):162-170. https://doi.org/10.4102/jsava.v73i4.581 | PMid:12665128 DOI: https://doi.org/10.4102/jsava.v73i4.581
Ordeix L, Galeotti F, Scarampella F, Dedola C, Bardagí M, Romano E, Fondati A. 2007. Malassezia spp. overgrowth in allergic cats. Veterinary dermatology. 18(5):316-323. https://doi.org/10.1111/j.1365-3164.2007.00609.x | PMid:17845619 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1365-3164.2007.00609.x
Rhimi W, Theelen B, Boekhout T, Aneke CI, Otranto D, Cafarchia C. 2021. Conventional therapy and new antifungal drugs against Malassezia infections. Medical Mycology. 59(3):215-234. https://doi.org/10.1093/mmy/myaa087 | PMid:33099634 DOI: https://doi.org/10.1093/mmy/myaa087
Souza, C. 2019. Malassezia Dermatitis in Dogs and Cats. College of Veterinary Medicine. University Of Illinois Urbana-Champaign. https://vetmed.illinois.edu/2019/04/16/malassezia-dermatitis-dogs-cats/.
Wedi B. 2016. Dermatitis update: clinical manifestations, pathogenesis and current therapeutic approaches. Allergo Journal International. 25:219-232. https://doi.org/10.1007/s40629-016-0133-1 DOI: https://doi.org/10.1007/s40629-016-0133-1
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




