Sifat bioavailabilitas implan intravaginal berbahan kitosan-PEG-PCL dalam simulasi cairan vagina dan vagina sapi

bioavailability chitosan-PEG-PCL simulated vaginal fluid vagina implan intravagina

Penulis

  • Elma Yuliani Yessa
    elma_yy@apps.ipb.ac.id
    Graduate Student of Reproductive Biology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia
  • Ietje Wientarsih Sub Division of Veterinary Pharmacy, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia
  • Bambang Purwantara Division of Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia
  • Amrozi Amrozi Division of Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia
  • Mokhamad Fakhrul Ulum Division of Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi bioavailabilitas implan intravaginal yang terbuat dari poli-ymer kitosan-polietilen glikol (PEG)-polikaprolakton (PCL) yang dapat terbiodegradasi dalam cairan simulasi vagina (SVF) dan vagina sapi. Implan dibuat menggunakan teknik peleburan dan pencetakan dengan 26 formulasi berbeda. Selanjutnya implan direndam dalam 40 mL SVF pada suhu 37,8℃ dan diamati perubahan morfologi implan setiap hari hingga hari ke 5. Implan yang bertahan hingga hari kelima diuji ketersediaannya lebih lanjut pada vagina sapi dan diamati setiap hari selama 2 minggu. Uji perendaman pada hasil SVF menunjukkan bahwa implan dengan kandungan PEG 75-85% lebih cepat meleleh dibandingkan implan dengan kandungan PEG 20-72%. Implan yang mengandung 1-10% PCL terkikis lebih cepat di SVF dibandingkan implan yang mengandung 22-80% PCL. Implan yang mengandung kitosan dapat tetap stabil di SVF lebih lama dibandingkan implan tanpa kitosan. Uji bioavailabilitas pada vagina sapi menunjukkan bahwa implan 21-23 bertahan hingga hari ke 10, sedangkan implan 24-26 dikeluarkan dari vagina sapi selama pengujian. Implan 21-23 merupakan formulasi yang menjanjikan untuk pengembangan implan intravaginal yang dapat terbiodegradasi. Dengan menyesuaikan komposisi kitosan (antara 14-18 berat%), PEG (maksimum 72 berat%), dan PCL (minimal 20 berat%), implan intravaginal mampu meningkatkan ketersediaan hayati cairan vagina dan vagina yang disimulasikan. ternak

Cara Mengutip

1.
Yessa EY, Wientarsih I, Purwantara B, Amrozi A, Ulum MF. Sifat bioavailabilitas implan intravaginal berbahan kitosan-PEG-PCL dalam simulasi cairan vagina dan vagina sapi. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Nov. 8 [cited 2026 Jun. 6];7(3):57-8. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/50694

Vaginal Leiomyoma pada Anjing Betina 8 Tahun

Siti Zaenab, Osye Alamsari, Kemala Sherlin, Fathia Ramadhani

Bedah rehabilitasi rectovaginal fistula pada kuda

. Amrozi, R Harry Soehartono, Erly R Adistya, Iga Mahardi, Hidayati Mukarromah, M Ibnu Satria