Terapi kombinasi dengan tusukan laser dan bantuan kursi roda pada kasus kelumpuhan kaki belakang seekor kucing

Akupuntur Intervertebral disk disease Laser puncture Wheel chair

Penulis

  • Rr Soesatyoratih
    susatyoratih@yahoo.co.id
    Division of Surgery and Radiology, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Kucing jantan bernama Kucil dibawa pemiliknya datang ke Klinik Hewan Cimanggu dengan keluhan hewan tidak mampu berdiri pada kaki belakang. Hasil pemeriksaan fisik kucing Kucil tidak dapat berjalan, tidak dapat urinasi dan defekasi, kelumpuhan pada ekor dan kaki belakang. Hasil pemeriksaan radiografi ditemukan adanya penumpukan feses di kolon dan terjadi penyempitan ruang intervertebralis lumbalis 5-6 dan 6-7. Kucing Kucil didiagnosa menderita Intervertebral Disc Disease (IVDD).  Terapi akupuntur menggunakan laser puncture pada titik ST-36, GB-34, BL-35, BL-54, SP-10, dan Hua Tuo Jia-Ji yang dibantu dengan penggunaan wheelchair menjadi salah satu pilihan terapi gangguan neurologis pada kasus ini. Perkembangan perbaikan kondisi hasil terapi terjadi setelah terapi ke-2. Dukungan penggunaan wheelchair yang dikenakan pada kucing hingga terapi ke-4, nampak kucing sudah dapat menggerakan kaki belakang dan setelah terapi yang ke-9 nampak kucing sudah dapat berjalan

Cara Mengutip

1.
Soesatyoratih R. Terapi kombinasi dengan tusukan laser dan bantuan kursi roda pada kasus kelumpuhan kaki belakang seekor kucing. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Dec. 5 [cited 2026 Jun. 6];7(4):69-70. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/50543

An integrative therapy for paraplegia dog with ehrlichiosis

Frizky Amelia, Danny Umbu T. Hambandima, Erly Rizka Adistya, Roro Soesatyoratih, Leni Maylina,...