Seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di Kabupaten Sukabumi
Unduhan
Dirofilariasis merupakan penyakit serius pada anjing dan bersifat zoonotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan menentukan faktor risiko dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 152 sampel darah diambil dari anjing di dua kecamatan di Sukabumi yang memiliki perbedaan karakteristik topografi yaitu Kecamatan Jampang Tengan yang merupakan wilayah perbukitan dan Kecamatan Cisolok dengan karakteristik daerah pantai. Serum darah diperiksa menggunakan rapid test kit komersial CHW Ag Test Kit 2.0 ® Bionote untuk mendeteksi keberadaan antigen cacing dewasa Dirofilaria immitis. Hasil penelitian menunjukkan seroprevalensi dirofilariasis pada anjing di kabupaten Sukabumi adalah 20,4%. Daerah dengan karakteristik perbukitan memiliki tingkat prevalensi dirofilariasis yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pantai. Kejadian dirofilariasis di Kabupaten Sukabumi tidak dipengaruhi jenis kelamin, cara pemeliharaan dan umur anjing.
Anvari A, Saadati D, Siyadatpanah A, Gholami S. 2019. Preva-lence of dirofilariasis in shepherd and stray dogs in Iran Shahr, Southeast of Iran. Journal of Parasit Diseases. 43(2): 319-323. https://doi.org/10.1007/s12639-019-01096-5 | PMid:31263340 PMCid:PMC6570724 DOI: https://doi.org/10.1007/s12639-019-01096-5
Andiarsa D, Hairani B, Fadilly A. 2018. Brugia malayi dan Dirofilaria spp sebagai penyebab filariasis pada hewan reservoir di daerah endemis di Kalimantan. JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases 4(1): 24-30. https://doi.org/10.22435/jhecds.v4i1.367 DOI: https://doi.org/10.22435/jhecds.v4i1.367
Assady M, Nazaruddin, Dwinna A, Hamdani, S Aisyah, Rosmaidar. 2016. Prevalensi dirofilariasis pada anjing lokal (Canis domestica) di Kecamatan Lhoknga Aceh Besar secara patologi anatomis. Jurnal Medika Veterinaria. 10(2): 109-111. https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v10i2.4634 DOI: https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v10i2.4634
Boonyapakorn C, Srikitjakarn L, Morakote N, Hoerchner F. 2008. The epidemiology of Dirofilaria immitis infection in out-patient dogs at Chiang Mai University Small Animal Hospital, Thailand. Southeast Asian Journal Tropical Medicine and Public Health. 39(1): 33-38.
Erawan IGM, Tjahajati I, Nurcahyo W, Asmara W. 2017. Preva-lence and risk factor of the Dirofilaria immitis infection in dogs slaughtered in Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Veteriner. 18(4): 541-546. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.4.541 DOI: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.4.541
Hoch H, Strickland K. 2008. Canine and Feline Dirofilariasis: life cycle, pathophysiology, and Diagnosis. Compendium. 30(3): 133-140.
Jalali MR, Alborzi A, Avizeh R, Mosallanejad B. 2010. A study on Dirofilaria immitis in healthy urban dogs from Ahvaz, Iranian Journal of Veterinary Research. 11(4): 357-362.
Satrija F, Ridwan Y, Wulandari N, Ming Y. 2008. Prevalensi dan faktor risiko infeksi cacing jantung (Dirofilaria immitis) pada anjing peliharaan di Jawa dan Bali. Procedings of KIVNAS. Bogor, Indonesia, August 19th-22nd 2008.
Vieira AL, Vieira MJ, Oliveira JM, Simoes AR, Diez-Banos P, Gestal J 2014. Prevalence of canine heartworm (Dirofilaria immitis) disease in dogs of central Portugal. Parasite. 21(5): 1-7. https://doi.org/10.1051/parasite/2014003 | PMid:24534524 PMCid:PMC3927308 DOI: https://doi.org/10.1051/parasite/2014003
Yildirim A, Ica A, Atalay O, Duzlu O, Inci A. 2007. Prevalence and epidemiological aspects of Dirofilaria immitis from Kayseri Province, Turkey. Research in Veterinary Science. 82(3): 358-363. https://doi.org/10.1016/j.rvsc.2006.08.006 | PMid:17064741 DOI: https://doi.org/10.1016/j.rvsc.2006.08.006
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




