Penggunaan kateter intravena untuk penanganan distensi urin pada kasus feline lower urinary tract disease

kalsium oksalat kucing jantan urolithiasis kateter intravena gawat darurat

Penulis

  • Yoga Triyatjaya Veterinary Professional Education, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Indonesia
  • Firda Aisyah Hermawan Veterinary Professional Education, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Indonesia
  • Ratu Asyfa
    ratu18008@mail.unpad.ac.id
    Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung Sumedang KM. 21, Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Tiara Ratnaningsih Veterinary Professional Education, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Indonesia
  • Pranyata Tangguh Waskita Veterinary Professional Education, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Indonesia
  • Ranny Indah Widianti Royal Purple Vet, Bojongsoang, Bandung, Indonesia

Urolithiasis merupakan penyakit yang umum menyerang organ perkemihan akibat sumbatan batu kristal pada saluran kemih pada kucing jantan. Seekor kucing berjenis kelamin jantan dengan ras campuran domestik berumur 3.5 tahun diperiksa di Klinik Royal Purple Vet dengan keluhan tidak nafsu makan, demam, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39.6°C, terjadi distensi kandung kemih, dan terdapat respon nyeri ketika dipalpasi. Distensi urin ditangani dengan pemasangan kateter intravena nomor 26G dalam kondisi gawat darurat. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa urinalisis dan pemeriksaan mikroskopis pada urin. Hasil pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya sel darah merah, sel darah putih, dan protein dalam urin. Sedangkan hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan terdapat endapan partikel kristal kalsium oksalat. Kucing didiagnosis mengalami urolithiasis dengan prognosis fausta. Pengobatan yang diberikan berupa terapi cairan, antibiotik, antiinflamasi, suplemen, dan obat herbal. Kucing mengalami perubahan setelah diterapi selama empat hari, ditandai dengan urinasi normal dan tidak ditemukan darah pada urin.

Cara Mengutip

1.
Triyatjaya Y, Hermawan FA, Ratu Asyfa, Ratnaningsih T, Waskita PT, Widianti RI. Penggunaan kateter intravena untuk penanganan distensi urin pada kasus feline lower urinary tract disease. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Oct. 21 [cited 2026 Jun. 6];7(3):43-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/48509

Gambaran kristal urin pada hewan model nefrolitiasis hasil induksi etilen glikol

Rini Madyastuti Purwono, Ietje Wientarsih, Setyo Widodo, Erni H Purwaningsih, Eva Harlina