Terapi kombinasi akupuntur dan thermodinamika pada kasus paresis tubuh bagian belakang kucing lokal

akupunktur akuapunktur medula spinalis paresis thermal deep penetration

Penulis

  • Rr Soesatyoratih
    susatyoratih@yahoo.co.id
    Divisi Bedah dan Radiologi, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • R Harry Soehartono Divisi Bedah dan Radiologi, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
  • Rani Dwi Septyani Program Sarjana, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia

Unduhan

Seekor kucing jantan lokal mengalami paresis pada kedua kaki belakang, anus, vesika urinaria dan ekor. Berdasarkan hasil pemeriksaan neurologis, kucing mengalami gangguan pada medula spinalis segmen IV (lumbosacral), V (sacral), dan VI (caudal). Kombinasi akupunktur dengan terapi panas menjadi salah satu pilihan pengobatan gangguan neurologis pada studi kasus ini. Teknik terapi akupunktur dilakukan melalui stimulasi titik GV-2, GV-4, GV-15, GV-20, GB-34 yang dibantu dengan pemanasan menggunakan lampu thermal deep penetration dan akuapuntur menggunakan injeksi Neuroboran® pada titik BL-29. Terapi dilakukan selama 15 menit pada setiap terapi dan dilaksanakan seminggu 3 kali sampai terjadi perkembangan kesembuhan. Perkembangan persembuhan pada refleks kaki belakang, cara berjalan, urinasi, refleks anus, dan defekasi setelah menjalani terapi akupunktur sebanyak 7 kali. Namun perkembangan pada refleks ekor belum tampak terjadi.

Cara Mengutip

1.
Soesatyoratih R, Soehartono RH, Septyani RD. Terapi kombinasi akupuntur dan thermodinamika pada kasus paresis tubuh bagian belakang kucing lokal. ARSHI vet lett [Internet]. 2019 Nov. 15 [cited 2026 Jun. 6];3(4):69-70. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/26144