Abses pada gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus)
Unduhan
Barman NN, Nath AJ, Sarma B. 2013. Bacterial infection, antibiogram and wound treatment in domesticated asisan elephants. Gajah. 39: 40-43.
Basha KMA, Manjunatha DR, Koppad KK. 2016. Clinical management of accute multiple abscess in a asian elephant (elephas maximus). Intas Polivet. 17(1):24.
Interchemie. 2017. Limoxin 25-spray. [internet]. Tersedia pada https://www.interchemie.com/veterinary-medicines/limoxin-25-spray.html. (diakses pada tanggal 21 Januari 2018)
Setiawan D, Sibarani J, Suprihatin IE. 2013. Perbandingan efektifitas disinfektan kaporit, hidrogen peroksida, dan perekasi fenton (H2O2/Fe2+). Cakra Kimia. 1(2): 16-24.
Sukklad S, Sommanustweechai A, Pattanarangsan R. 2006. A retrospective study of elephant wound, wound management from thai veterinarians. In: Proceedings of AZWMP. Chulalongkorn University, Faculty of Veterinary Science, Bangkok, Thailand. pp16.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




