Studi Awal Perbandingan Anestesia Akupunktur dengan Anestesia Obat dari Aspek Gambaran Darah pada Domba

akupunktur analisa darah anestesia pentobarbital xylazin

Penulis

  • Raden Harry Soehartono
    days60s@gmail.com
    Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kode pos 16680, Indonesia

Unduhan

Perbandingan daya kerja anestesia akupunktur dengan anestesia obat melalui gambaran darah domba untuk menangani berbagai kasus operasi di lapangan.  Pengamatan profil darah meliputi: Hb (Haemoglobine), PCV (Pack Cell Volume), SDM (Sel Darah Merah), SDP (Sel Darah Putih) dan diferensiasi limfosit serta kimia klinik darah meliputi: Ca, Creatinin dan SGOT. Domba sebanyak 10 ekor mendapat 3 perlakuan dalam interval waktu tertentu, yaitu Akupunktur, Xylazin (Xylazil-20R) dan Pentobarbital (NembutalR) dengan 3 periode percobaan, yaitu pre-anestesia, anestesia dan post-anestesia. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi profil darah pada setiap perlakuan anastesia. Secara umum akupunktur meningkatkan kadar Hb, PCV, SDM dan SDP, sementara kimia klinik darah relatif konstan, sedangkan gambaran darah dari kedua obat bius bersifat menurun. Nilai kimia klinik darah baik perlakuan obat Xylazin dan akupunktur relatif sama, kecuali Pentobarbital mengakibatkan penurunan kurva limfosit dan Ca, sedangkan Creatinin meningkat tajam.

Cara Mengutip

1.
Soehartono RH. Studi Awal Perbandingan Anestesia Akupunktur dengan Anestesia Obat dari Aspek Gambaran Darah pada Domba. ARSHI vet lett [Internet]. 2017 Aug. 14 [cited 2026 Jun. 6];1(1):9-10. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/17437