Phase-dependent effects of purwoceng (Pimpinella alpina KDS) on estrous cycle modulation in virgin female rats
Unduhan
Purwoceng (Pimpinella alpina KDS) merupakan tanaman obat tradisional yang telah banyak diteliti khasiat androgeniknya dalam penelitian reproduksi jantan. Namun, pengaruhnya terhadap kinerja reproduksi betina masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh purwoceng terhadap durasi setiap fase estrus dan keseluruhan siklus estrus pada tikus betina. Empat puluh delapan tikus Sprague-Dawley betina perawan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan fase estrus mereka pada awal perlakuan: proestrus, oestrus, metestrus, dan diestrus. Setiap kelompok terdiri dari enam ekor kontrol dan enam ekor tikus yang diberi Purwoceng. Ekstrak diberikan secara intragastrik selama sepuluh hari berturut-turut, sementara evaluasi apusan vagina dilanjutkan hingga hari ke-15 untuk memantau siklus estrus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian purwoceng selama dua siklus estrus umumnya memperpanjang fase proestrus dan estrus, dengan perpanjangan fase estrus yang signifikan secara statistik diamati ketika perlakuan diberikan selama estrus (P < 0,05). Sebaliknya, durasi fase metestrus dan diestrus berkurang, kecuali ketika Purwoceng diberikan selama metestrus, yang mengakibatkan peningkatan durasi metestrus. Kesimpulannya, purwoceng menunjukkan efek modulasi terbesar ketika diberikan selama fase estrus, menunjukkan responsivitas siklus reproduksi betina yang bergantung pada fase terhadap ekstrak herbal ini.
Arjadi F, Ahmad FA, Fidnillah DA, Ailsa S, Maulida A, Si-rajuddin MS, Zhafira AH, Hidi AR. 2024. Manfaat zat aktif purwoceng (Pimpinella pruatjan) sebagai afrodisiak, antioksidan, pemacu organogenesis, dan antibakteri. Syifa'MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 14(2):84-94. https://doi.org/10.32502/sm.v14i2.7518
Canivenc-Lavier M-C, Bennetau-Pelissero C. 2023. Phytoestrogens and health effects. Nutrients. 15(2):317. https://doi.org/10.3390/nu15020317 | PMid:36678189 PMCid:PMC9864699
Chen P, Li B, Ou-Yang L. 2022. Role of estrogen receptors in health and disease. Front Endocrinol (Lausanne). 13:839005. https://doi.org/10.3389/fendo.2022.839005 | PMid:36060947 PMCid:PMC9433670
Juniarto AZ. 2010. Efek Pemberian Ekstrak Eurycoma Longifolia dan Pimpinella Alpina pada Spermatogenesis Tikus Spraque Dawly. Media Medika Indonesiana. 44(4):20-26.
Rusmin D, Darwati I. 2018. Phenological study and determination of physiological maturity of purwoceng seeds. Jurnal Agronida. 4(1):45-54. https://doi.org/10.30997/jag.v4i1.1534
Timotius KH, Rahayu I, Nurcahyanti ADR. 2023. Pimpinella pruatjan Molk: LC-MS/MS-QTFT analysis of bioactive compounds from decoction and ethanol extract of aerial parts. Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. 15(3):158-163. https://doi.org/10.4103/jpbs.jpbs_183_22 | PMid:37705859 PMCid:PMC10496851
Hak Cipta (c) 2025 CC-BY-SA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




