Epidemiologi temporal dan spasial ehrlichiosis monositik anjing di Nueva Ecija, Filipina

ehrlichiosis monositik anjing profil penyakit spasial-temporal Nueva Ecija, Filipina

Penulis

  • Francis Y. Reyes College of Veterinary Science and Medicine, Central Luzon State University, Science City of Munoz, Nueva Ecija, 3120, Philippines, Filipina
  • Christian C. Santos
    christian.santos@clsu.edu.ph
    College of Veterinary Science and Medicine, Central Luzon State University, Science City of Munoz, Nueva Ecija, 3120, Philippines, Filipina
  • Armando G. Agustin Veterinary Teaching Hospital, College of Veterinary Science and Medicine, Central Luzon State University, Science City of Munoz, Nueva Ecija, 3120, Philippines, Filipina
Figure 1. Spatial distribution of laboratory-confirmed canine mono-cytic ehrlichiosis cases in (A) Cabanatuan City, (B) Muñoz City, (C) San Jose City, (D) Gapan City, (E) Palayan City, and (F) municipalities of Nueva Ecija, Philippines, during 2021–2022.

Ehrlichiosis monositik anjing (CME) adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor yang menyerang anjing. Studi ini mengkarakterisasi profil epidemiologi CME dengan memeriksa hubungan dengan usia, jenis kelamin, ras, manifestasi klinis, penggunaan akarisida, dan distribusi kasus di klinik hewan di Nueva Ecija, Filipina. Sebanyak 1.117 kasus positif CME dikumpulkan dari delapan klinik di Cabanatuan, Muñoz, San Jose, dan Kota Gapan antara tahun 2021 dan 2022. Diagnosis menggunakan alat uji cepat komersial. Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang signifikan antara prevalensi CME dan usia, ras, dan demografi pasien. Kota Cabanatuan melaporkan jumlah kasus tertinggi (n = 508). Jenis kelamin dan variasi musiman tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian CME, meskipun kasus meningkat selama bulan-bulan panas (Maret–Juni).

Cara Mengutip

1.
Reyes FY, Santos CC, Agustin AG. Epidemiologi temporal dan spasial ehrlichiosis monositik anjing di Nueva Ecija, Filipina. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Nov. 1 [cited 2026 May 22];9(4):91-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/66721