Canine granulocytic ehrlichiosis in a Bernese mountain dog in Indonesia: A rare case confirmed by neutrophilic morulae

ehrlichiosis anjing Ehrlichia canis Ehrlichia ewingii anjing gunung Bernese Indonesia

Penulis

  • Robertino Ikalinus CaroVet Veterinary Practice, Jl. Raya Wiyung No. 9, Wiyung, Surabaya 60228, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Lina Susanti
    linavetoph_ua@fkh.unair.ac.id
    Department of Veterinary Clinical Science, Faculty of Veterinary Medicine, Airlangga University, Jl. Dr. H. Soekarno, Kampus C Mulyorejo, Surabaya 60115, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Hartanta Barus CaroVet Veterinary Practice, Jl. Raya Wiyung No. 9, Wiyung, Surabaya 60228, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Siska Hanggraeni CaroVet Veterinary Practice, Jl. Raya Wiyung No. 9, Wiyung, Surabaya 60228, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Maria Ulfa Suciawati CaroVet Veterinary Practice, Jl. Raya Wiyung No. 9, Wiyung, Surabaya 60228, East Java, Indonesia, Indonesia
  • Ni Putu Ambara Cintia Devi CaroVet Veterinary Practice, Jl. Raya Wiyung No. 9, Wiyung, Surabaya 60228, East Java, Indonesia, Indonesia

Ehrlichiosis anjing merupakan penyakit yang ditularkan melalui kutu yang disebabkan oleh bakteri intraseluler yang termasuk dalam genus Ehrlichia. Meskipun Ehrlichia canis merupakan spesies yang paling banyak dilaporkan di Indonesia, kasus ini menggambarkan dugaan infeksi oleh Ehrlichia ewingii, spesies yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan di negara ini. Seekor anjing gunung Bernese betina berusia 7 tahun datang dengan kelemahan umum, anoreksia, cachexia, muntah, hematuria, diare, dan melena. Evaluasi klinis, kelainan hematologi, riwayat paparan kutu, dan uji serologi positif mendukung diagnosis ehrlichiosis. Khususnya, pemeriksaan sitologi menunjukkan morula dalam neutrofil, indikator yang menunjukkan infeksi E. ewingii. Pasien diobati dengan doksisiklin, imidocarb dipropionat, dan dukungan ginjal selama dua minggu; namun, tindak lanjut tidak selesai. Kasus ini menyoroti pentingnya pemeriksaan sitologi dalam diagnosis ehrlichiosis dan meningkatkan kemungkinan infeksi E. ewingii yang diimpor atau yang baru muncul di Indonesia.

Cara Mengutip

1.
Ikalinus R, Susanti L, Barus H, Hanggraeni S, Suciawati MU, Devi NPAC. Canine granulocytic ehrlichiosis in a Bernese mountain dog in Indonesia: A rare case confirmed by neutrophilic morulae. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 May 23 [cited 2026 May 22];9(1):21-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/64373