Management of chronic kidney disease in a young adult-aged male domestic cat
Unduhan
Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara terus-menerus. Penurunan ini menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme, cairan, dan elektrolit. Tulisan ini melaporkan kasus seekor kucing domestik jantan muda berusia dewasa bernama Kuning yang dibawa ke klinik dengan gejala berat antara lain hematemesis, anoreksia, dan dehidrasi, serta mendapat terapi cairan intravena melalui kateter 24G. Pada hari ketiga rawat inap, ultrasonografi menunjukkan kelainan ginjal yang signifikan, termasuk permukaan kortikal yang tidak teratur, batas kortiko-meduler yang tidak jelas, area hiperekoik fokal di korteks, dan tanda cincin meduler. Kandung kemih tampak utuh dengan lumen anechoic. Ultrasonografi hati menunjukkan tepi tumpul pada lobus kanan dan kiri serta perubahan difus hyperechoic fokal pada parenkim, menunjukkan keterlibatan hati. Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi Kuning membaik. Pemeriksaan hematologi rutin pada hari ke 9 dan 16-23 menunjukkan tren positif, dengan peningkatan jumlah trombosit dan peningkatan kadar leukosit. Fungsi hati membaik dibandingkan penilaian awal namun masih berada di luar kisaran normal. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan temuan diagnostik, Kuning didiagnosis menderita CKD. Setelah 27 hari dirawat di rumah sakit intensif, Kuning menunjukkan pemulihan yang stabil, menyoroti pentingnya diagnosis dini dan manajemen komprehensif dalam kasus CKD.
Brown CA, Elliott J, Schmiedt CW, Brown SA. 2016. Chronic kidney disease in aged cats: clinical features, morphology, and proposed pathogeneses. Veterinary pathology. 53(2):309-326. https://doi.org/10.1177/0300985815622975 | PMid:26869151 DOI: https://doi.org/10.1177/0300985815622975
Dewi FN, Widhyari SD, Mihardi AP, Widodo S, Esfandiari A. 2024. Symmetry dimethylarginine (SDMA) assay for diagnosis of kidney disease in dogs and cats: a mini review of case reports in Indonesia. ARSHI Veterinary Letters. 8(2):35-36. https://doi.org/10.29244/avl.8.2.35-36 DOI: https://doi.org/10.29244/avl.8.2.35-36
Ellison DH. 2017. Treatment of disorders of sodium balance in chronic kidney disease. Advances in Kidney Disease and Health. 24(5):332-341. https://doi.org/10.1053/j.ackd.2017.07.003 | PMid:29031361 PMCid:PMC5685178 DOI: https://doi.org/10.1053/j.ackd.2017.07.003
Handayani AP, Handayani VE, Widyaputri T. 2021. Chronic kidney disease pada kucing domestic short hair. ARSHI Veterinary Letters. 5(2):23-24. https://doi.org/10.29244/avl.5.2.23-24 DOI: https://doi.org/10.29244/avl.5.2.23-24
Polzin DJ. 2011. Chronic kidney disease in small animals. Veterinary clinics of North America. Small Animal Practice. 41(1):15-30. https://doi.org/10.1016/j.cvsm.2010.09.004 | PMid:21251509 DOI: https://doi.org/10.1016/j.cvsm.2010.09.004
Suhardjono. 2011. Gagal Ginjal Kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Edisi ketiga. FK UI: Jakarta.
Wirawan R. 2011. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi (Pertama). Jakarta: FK UI.
Yanuartono, Nururrozi A, Indarjulianto S. 2017. Penyakit ginjal kronis pada anjing dan kucing: manajemen terapi dan diet. Jurnal Sain Veteriner. 35(1):16-34. https://doi.org/10.22146/jsv.29284 DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.29284
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




