Management of chronic kidney disease in a young adult-aged male domestic cat

penyakit ginjal kronis kucing ultrasonografi hematologi kimia darah

Penulis

  • Asri Rizky Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Vega Decline Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Yanita Mutiaraning Viastika Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Ida Tjahajati Department of Internal Medicine and Radiology, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia
  • Pudji Rahayu Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Sundika Wardani Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Sarwo Edy Wibowo
    sarwoedywibowo@unja.ac.id
    Department of Animal Health, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara terus-menerus. Penurunan ini menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme, cairan, dan elektrolit. Tulisan ini melaporkan kasus seekor kucing domestik jantan muda berusia dewasa bernama Kuning yang dibawa ke klinik dengan gejala berat antara lain hematemesis, anoreksia, dan dehidrasi, serta mendapat terapi cairan intravena melalui kateter 24G. Pada hari ketiga rawat inap, ultrasonografi menunjukkan kelainan ginjal yang signifikan, termasuk permukaan kortikal yang tidak teratur, batas kortiko-meduler yang tidak jelas, area hiperekoik fokal di korteks, dan tanda cincin meduler. Kandung kemih tampak utuh dengan lumen anechoic. Ultrasonografi hati menunjukkan tepi tumpul pada lobus kanan dan kiri serta perubahan difus hyperechoic fokal pada parenkim, menunjukkan keterlibatan hati. Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi Kuning membaik. Pemeriksaan hematologi rutin pada hari ke 9 dan 16-23 menunjukkan tren positif, dengan peningkatan jumlah trombosit dan peningkatan kadar leukosit. Fungsi hati membaik dibandingkan penilaian awal namun masih berada di luar kisaran normal. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan temuan diagnostik, Kuning didiagnosis menderita CKD. Setelah 27 hari dirawat di rumah sakit intensif, Kuning menunjukkan pemulihan yang stabil, menyoroti pentingnya diagnosis dini dan manajemen komprehensif dalam kasus CKD.

Cara Mengutip

1.
Rizky A, Decline V, Viastika YM, Tjahajati I, Rahayu P, Wardani S, et al. Management of chronic kidney disease in a young adult-aged male domestic cat. ARSHI vet lett [Internet]. 2025 Feb. 24 [cited 2026 Jun. 10];9(1):11-2. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/58234

Pencitraan Ultrasonografi Organ Hepatobiliari pada Ular Sanca

Nurul Aeni Ayu Lestari, Amira Putri Pertiwi, Muhammad Piter Kombo, Ligaya ITA Tumbelaka, Mokhamad...

Suspect feline infectious peritonitis pada kucing

Sus Derthi Widhyari, Bayu Firmala Kusuma, Setyo Widodo, Anita Esfandiari, Retno Wulansari, Leni...