Identification and antibiotic resistance patterns of Klebsiella sp. isolated from the feces of Bornean Orangutans (Pongo pygmaeus) at Taman Safari Indonesia, Bogor
Unduhan
Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang masih bertahan di wilayah Asia Tenggara. Namun, populasi mereka di habitat liar terus menurun, dengan perkiraan menunjukkan penurunan sebesar 50% selama 60 tahun terakhir. Data mikrobiologis mengenai resistensi antibiotik Klebsiella sp. dalam feses Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Klebsiella sp. dan mengkaji pola resistensinya terhadap berbagai antibiotik dalam feses Orangutan Kalimantan. Penelitian ini melibatkan isolasi, identifikasi, dan pengujian resistensi antibiotik. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga isolat (37,5%) positif untuk Klebsiella sp. Uji sensitivitas mengungkapkan dua pola resistensi yang berbeda di antara isolat Klebsiella sp. dari feses P. pygmaeus yang sehat di Taman Safari Indonesia, Bogor. Isolat-isolat ini menunjukkan resistensi terhadap antibiotik β-laktam tetapi tetap sensitif terhadap antibiotik golongan aminoglikosida, tetrasiklin, dan fluorokuinolon.
[CLSI] Clinical and Laboratory Standards Institute. 2021. M100 Performance standards for antimicrobial susceptibility testing. 31st ed. United States (US): CLSI.
Baron SA, Mediannikov O, Abdallah R, Kuete Yimagou E, Medkour H, Dubourg G, Elamire Y, Afouda P, Ngom II, Angelakis E, Davoust B. 2021. Multidrug-resistant Klebsiella pneumoniae clones from wild chimpanzees and termites in Senegal. Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 65(9): 1-10. https://doi.org/10.1128/AAC.02557-20 | PMid:34152818 PMCid:PMC8370229 DOI: https://doi.org/10.1128/AAC.02557-20
Boone DR, Castenholz RW, Garrity GM. 2001. Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. 2nd ed. Volume One: The Archaea and the Deeply Branching and Phototrophic Bacteria. Springer. 722p. https://doi.org/10.1007/978-0-387-21609-6 DOI: https://doi.org/10.1007/978-0-387-21609-6
Larsson DG, Flach CF. 2022. Antibiotic resistance in the environment. Nature Reviews Microbiology. 20(5):257-269. https://doi.org/10.1038/s41579-021-00649-x | PMid:34737424 PMCid:PMC8567979 DOI: https://doi.org/10.1038/s41579-021-00649-x
Magiorakos AP, Srinivasan A, Carey RB, Carmeli Y, Falagas ME, Giske CG, Harbarth S, Hindler JF, Kahlmeter G, Olsson-Liljequist B, Paterson DL. 2012. Multidrug-resistant, extensively drug-resistant and pandrug-resistant bacteria: an international expert proposal for interim standard definitions for acquired resistance. Clinical microbiology and infection. 18(3):268-281. https://doi.org/10.1111/j.1469-0691.2011.03570.x | PMid:21793988 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1469-0691.2011.03570.x
Prayogo H, Thohari AM, Sholihin DD, Prasetyo LB, Sugardjito. 2014. Karakter kunci pembeda antara orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dengan orang utan Sumatra (Pongo abelii). Bionatura. 16(1):52-58.
Singh CL, Cariappa CMP, Kaur LCM. 2016. Klebsiella oxytoca an emerging pathogen?. Medical Journal Armed Forces India. 72(1): S59-S61. https://doi.org/10.1016/j.mjafi.2016.05.002 | PMid:28050072 | PMCid:PMC5192185 DOI: https://doi.org/10.1016/j.mjafi.2016.05.002
Syahputra TH, Utomo TC. 2019. Peran World Wide Fund for Nature dalam menangani kejahatan transnasional di bidang lingkungan: kasus perburuan dan perdagangan ilegal orangutan tahun 2014-2018. Journal of International Relations Universitas Diponegoro. 5(4): 734-743.
Wibowo MH, Rosetyadewi AW, Wijayanti AD, Airin CM. 2016. Iso-lasi dan identifikasi bakteri dari tinja orang utan penderita gangguan gastrointestinal. Jurnal Veteriner. 17(1):7-15. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2016.17.1.7 DOI: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2016.17.1.7
Wyres KL, Holt KE. 2018. Klebsiella pneumoniae as a key trafficker of drug resistance genes from environmental to clinically important bacteria. Current opinion in microbiology. 45(1):131-139. https://doi.org/10.1016/j.mib.2018.04.004 | PMid:29723841 DOI: https://doi.org/10.1016/j.mib.2018.04.004
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




