Diagnosis and treatment of Malassezia dermatitis in a Persian cat

radang kulit malassezia kucing persia diagnosis pengobatan

Penulis

  • Arvia Chairunnisa
    arvia19001@mail.unpad.ac.id
    Veterinary Medicine Professional Program, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Sumedang, Indonesia
  • Siti Faridha Amalia Ihsanu Nadya Veterinary Medicine Professional Program, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Sumedang, Indonesia
  • Sarasati Windria Department of Biomedical Sciences, Division of Microbiology, Veterinary Medicine Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Prananda Eka Rifki Zoom Veterinary Clinic, Jalan Golf Barat Raya No. 24 Sukamiskin Arcamanik, Bandung, Indonesia
  • Rahmitiana Wuri Zoom Veterinary Clinic, Jalan Golf Barat Raya No. 24 Sukamiskin Arcamanik, Bandung, Indonesia

Kehadiran jamur Malassezia pada kulit, baik dalam jumlah normal maupun berlebih, dapat mengaktifkan sistem kekebalan kulit pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus seekor kucing Persia berusia tujuh tahun bernama Imo, yang mengalami nyeri mata dan gejala dermatitis selama pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang, termasuk penggunaan kit tes kombo dan sitologi, menghasilkan diagnosis dermatitis Malassezia. Terapi yang diberikan meliputi pembersihan dan kompres luka dengan larutan saline yang mengandung NaCl, pemberian itraconazole dan tambahan air oxyfresh secara oral, injeksi marbofloxacin secara subkutan, dan aplikasi vaseline secara topikal. Pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penyembuhan luka dalam waktu 24 hari setelah perawatan.

Cara Mengutip

1.
Chairunnisa A, Nadya SFAI, Windria S, Rifki PE, Wuri R. Diagnosis and treatment of Malassezia dermatitis in a Persian cat. ARSHI vet lett [Internet]. 2024 Jun. 12 [cited 2026 Jun. 7];8(2):25-6. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/54660