Efektifitas terapi antibiotik salep dan tetes mata untuk pengobatan chlamydiosis pada kucing

chlamydiosis kucing konjungtivitis salep mata tetes mata

Penulis

  • Raida Raisatulhaq
    rraisatulhaq@gmail.com
    Veterinary Professional Program, Faculty of Medicine, Padjadjaran University, Sumedang, Indonesia
  • Andi Hiroyuki Veterinary Professional Program, Faculty of Medicine, Padjadja-ran University, Sumedang, Indonesia
  • Nurul Aeni Ayu Lestari West Java Provincial Animal Hospital at Cikole, Lembang, Bandung, Indonesia

Chlamydophila felis merupakan salah satu agen patogen yang paling umum menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan biasa disebut sebagai chlamydiosis. Tulisan ini melaporkan efektifitas pengobatan topikal menggunakan anti-biotika berupa salep mata dan tetes mata pada seekor kucing dengan kasus chlamydiosis. Tanda klinis pada kucing berupa konjungtivitis, adanya ocular discharge mucopurulent diikuti dengan nasal discharge. Pengobatan diawali dengan pemberian salep mata hingga kondisi membaik dalam 6 hari dan pengobatan beralih menggunakan tetes mata. Hasil pengobatan menunjukkan bahwa pemberian obat topikal berupa salep memberikan hasil persembuhan yang cukup baik dalam 6 hari, sedangkan obat tetes mata tampak tidak efektif dimana konjungtivitis menjadi semakin parah setelah 3 hari pengobatan. Kucing kemudian ditangani dengan enukleasi dihari ke-9 karena kondisi penyakit memiliki prognosis infausta.

Cara Mengutip

1.
Raisatulhaq R, Hiroyuki A, Lestari NAA. Efektifitas terapi antibiotik salep dan tetes mata untuk pengobatan chlamydiosis pada kucing. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Nov. 13 [cited 2026 Jun. 7];7(3):53-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/49418

Suspect feline infectious peritonitis pada kucing

Sus Derthi Widhyari, Bayu Firmala Kusuma, Setyo Widodo, Anita Esfandiari, Retno Wulansari, Leni...