Urinalisis pada urin kucing dengan kasus feline urologic syndrom di klinik hewan La Femur Surabaya
Unduhan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis urin berdasarkan kejadian feline urologic syndrom (FUS) di klinik hewan La Femur Surabaya terhadap terbentuknya albumin, eritrosit serta kristal urin. Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel urin dari 15 pasien yang dianalisis merupakan urin dari kucing yang terdiagnosa FUS dengan gejala klinis berupa stranguria, anuria, pollakiuria, hematuria serta pada palpasi abdomen terdapat distensi vesika urinaria. Analisis urin dilakukan dengan metode dipstick dan mikroskopik. Hasil urinalisis ditemukan positif albumin sebesar 53,3% dan eritrosit sebesar 80%. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan kristal kalsium oksalat 40%, struvit 13% dan tidak ditemukan kristal (negatif) 47%.
Fauziah H. 2015. Gambaran cystitis melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris (uji dipstik dan sedimentasi urin) pada kucing di Klinik Hewan Makasar. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar.
Fossum TW. 2002. Small Animal Surgery. 2nd ed.Mosby ST, London.
Galgut B. 2013. SA34-Urinalysis-A Review. The Dr. Jack Walther 85th Annual Western Veterinary Conference. Mandalay Bay Convention Center, Las Vegas, Nevada, February 17–21, 2013.
Hostutler RA, Chew DJ, Dibortola SP. 2005. Recent concepts in feline lower urinary tract disease. Veterinary Clinics: Small Animal Practice. 35(1): 147-170. DOI: https://doi.org/10.1016/j.cvsm.2004.08.006
Kerr KR. 2013. Companion animal symposium: Dietary management of feline lower urinary tract symptoms. Journal of animal science, 91(6): 2965-2975. DOI: https://doi.org/10.2527/jas.2012-6035
Kusumawati D, Sadjana IKW. 2006. Perbandingan pemberian cat food dan pindang terhadap pH urin, albuminuria dan bilirubiunuria kucing. Media Kedokteran Hewan. 22(2): 131-135.
Little SE. 2012. The Cat: Clinical Medicine and Management. Elsevier. Canada.
Mihardi AP, Paramita IM, Pakpahan SN, Widodo S. 2018. KIVSA-4 Identifikasi klinis kristaluria pada kasus feline lower urinary track disease (FLUTD) di Klinik Hewan Maximus Pet Care. Proc. of 20th FAVA Conggress & the 15th KIVNAS PDHI: 308-310.
Nash H. 2008. Urine Crystals and Bladder Stones in Cats: Formation, Diet and other Treatment. http://www.peteducation.com/article.cfm?c=1+2243+2244&aid=2660 (29 November 2017)
Schendel P. 2012. Are you Missing Out On A Golden Opportunity? Performing In-House Urinalysis –Sediment Evaluation. 2012 Speaker Notes -Indiana Veterinary Medical Association. https://invma.site-ym.com/page/298#
Tariq A, Rafique R, Abbas SY, Khan MN, Huma I, Perveen S, Kamran M. 2014. Feline lower urinary tract disease (FLUTD) - an emerging problem of recent era. Journal of Veterinary Science & Animal Husbandry. 1(5):503. DOI: https://doi.org/10.15744/2348-9790.1.503
Yanuartono Y, Nururrozi A, Indarjulianto S. 2017. Penyakit ginjal kronis pada anjing dan kucing: manajemen terapi dan diet. Jurnal Sain Veteriner. 35(1): 16-34. DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.29284
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




