Fiksasi fraktur kominutif os femur menggunakan intramedullary pin dan wire pada kucing domestik (Felis domestica)
Unduhan
Kucing lokal jantan, berusia 3,5 tahun, berat badan 3,3 kg dengan keluhan berjalan pincang akibat tertabrak kendaraan bermotor. Pemeriksaan fisik dilakukan termasuk pemeriksaan saraf dan ortopedik yang menunjukkan gangguan pada ekstremitas posterior. Hasil pemeriksaan x-ray dengan posisi dorsal ventral (DV) terlihat fraktur bagian diaphysis os femur dekstra berbentuk kominutif. Tindakan bedah dilakukan secara steril dan aseptis untuk pemasangan kombinasi intramedullary pin (Ø 4 mm) dan wire. Satu minggu setelah tindakan bedah, kucing sudah mampu menggerakkan ekstremitas dekstra posterior dan menunjukkan perkembangan yang baik. Metode penanganan pada kasus ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi intramedullary pin dengan wire dapat digunakan sebagai fiksasi internal fraktur kominutif os femur dengan tingkat stabilisasi kedua fragmen fraktur sangat baik.
Chanana M, Kumar A, Tyagi SP, Singla AK, Sharma A, Farooq UB. 2018. End-threaded intramedullary positive profile screw ended self-tapping pin (Admit pin) - A cost-effective novel implant for fixing canine long bone fractures, Veterinary World. 11(2):181-185. DOI: https://doi.org/10.14202/vetworld.2018.181-185
Erwin E, Gunanti G, Handharyani E, Noviana D. 2017. Blood profile of domestic cat (Felis catus) during skin graft recovery with different period. Jurnal Veteriner. 18(1): 31-37. DOI: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.1.31
Joshi DO, Tank PH, Mahida HK, Dhami MA, Vedpathak HS, Karle AS. 2010. Bone grafting: An overview. Veterinary World. 3(4):198-200.
Mafi R, KhanW, Mafi P, Hindocha S. 2014. Orthopedic Approaches to Proximal Humeral Fractures Following Trauma. The Open Orthopaedics Journal. 8: 437-441. DOI: https://doi.org/10.2174/1874325001408010437
Mwangi WE, Mande JD. 2012. Case report: Internal Fixation of an Oblique Femoral Fracture Using Cerclage Wires and Bone Plate. University of Nairobi.
Saglam M, Kaya U. 2004. Treatment of Proximal Tibial Fractures by Cross Pin Fixation in Dogs. Turk J Vet Anim Sci. 28: 799-805.
Sayuti E, Maulizar R, Syafruddin S, Erwin E, Frengky F, Muttaqien B, Budianto P, Zuraidawati Z. 2016. Effect of Ketamine-Xylazine and Propofol on Heart Rate and Breathing Frequency of Local Male Dog (Canis familiaris). Jurnal Medika Veteriner. 10(1):34-36. DOI: https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v10i1.4034
Shiju MS, Ganesh R, Ayyappan S, Kumar RS. 2010. Incidence of Pectoral Limb Fractures in Dogs: A Survey of 331 Cases. Tamilnadu Journal of Veterinary and Animal Sciences. 7(2) 94-96.
Stiffler KS. 2004. Internal Fracture Fixation. Clin Tech Small Anim Pract. 19(3): 105-113. DOI: https://doi.org/10.1053/j.ctsap.2004.09.002
Syafruddin, Santoso AB, Untoro M. 2004. Gambaran Radiografi Patah Tulang Paha Setelah Pemakaian Pin Intrameduler pada Anjing (Canis familiaris). Jurnal Sain Veteriner. 22(1): 64-67.
Tercanlioglu H, Sarierler M. 2009. Femur Fractures and Treatment Options in dogs Which Brought Our Clinics. Lucrări stiinłifice medicină veterinară. 13(2): 98-101.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




