Prevalensi malposisi pada embrio itik lokal jawa barat yang ditetaskan dengan sudut dan frekuensi pemutaran berbeda
Unduhan
Daya tetas telur itik selama proses penetasan dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah pengaturan sudut dan frekuensi pemutaran pada mesin tetas. Sudut dan frekuensi pemutaran yang tepat akan memberikan suhu yang merata pada permukaan telur sehingga embrio itik dapat berkembang secara sempurna, namun ketidaksesuaian sudut dan frekuensi pemutaran akan mengakibatkan malposisi yang berakibat pada rendahnya daya tetas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek sudut dan frekuensi pemutaran terhadap posisi embrio itik selama minggu terakhir massa inkubasi pada itik lokal jawa barat. Sampel yang digunakan adalah 30 ekor butir telur fertile dari itik lokal yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan berdasarkan pada pengaturan sudut (SP) dan frekuensi pemutaran (FP) per hari. Kelompok T1; SP 45°, FP 8 kali, kelompok T2: SP 45°, FP 24 kali, Kelompok T3: SP 90° dengan FP 8 kali; Kelompok T4: SP 90°, FP 8 kali;kelompok T5: SP 180°, FP 8kali dan kelompok T6 : SP 180° FP 24 kali. Hasil meniunjukan bahwa terjadi malposisi pada kelompok perlakuanT1 dan T2, pesentase malposis tertinggi pada kelompok perlakuan T1 apabila dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya (67,33%). Kejadian malposisi embrio itik dapat dikurangi dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran. Pada T2 malposisi embrio turun menjadi 33,67% dan pada kelompok T3, T4,T5 dan T6 tidak ditemukan kejadian malposisi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi kejadian malposisi dapat diminimalisir dengan meningkatkan sudut dan frekuensi pemutaran selama masa inkubasi dalam mesin tetas embrio.
Cahyono B. 2011. Pembibitan Itik. Penebar Swadaya: Jakarta
Landauer W. 1967. The Hatchability of chicken eggs as influenced by environment and heredity. Monograph 1. (Revised), Univ. Conn. Agric. Exp. Stn., Storrs, CT. No.1 pp.iv + 315 pp.
Ningtyas MS., Ismoyowati dan Sulistyawan IH. 2013. Pengaruh temperatur terhadap daya tetas dan hasil tetas telur itik (Anas Plathyrincos).: Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(1):347-352.
North MO., and Bell DD 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4th ed. Van Nostrand Reinhold, New York. Page 127.
Robertson IS. 1961. Studies on the effect of humidity on the hatchability of hen’s eggs. II. A comparison of hatchability, weight loss and embryonic growth in eggs incubated at 40 and 70% RH. J. Agric. Sci. 57:195–198. DOI: https://doi.org/10.1017/S0021859600047675
Srigandono B. 1997. Produksi Unggas Air. Cetakan Ketiga. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Wilson HR., Neuman SL., Eldred AR., Mather FB. 2003. Embryonic malpositions in broiler chickens and bobwhite quail. The Journal of Applied Poultry Research. 12 (1):14–23. DOI: https://doi.org/10.1093/japr/12.1.14
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin, membagikan, menggunakan kembali, mengadaptasi, mengubah, dan mengembangkan karya ini dalam media atau format apa pun, termasuk untuk tujuan komersial, dengan syarat mencantumkan atribusi yang sesuai kepada penulis/pencipta asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menjelaskan jika ada perubahan yang dilakukan.
Apabila karya ini diadaptasi atau dimodifikasi, hasil adaptasinya harus didistribusikan dengan lisensi yang sama atau lisensi yang kompatibel.




