Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan

abortus superfetasi alami idiopatik sapi Pasundan primipara

Penulis

  • Rini Widyastuti
    r.widyastuti@apps.ipb.ac.id
    Department of Animal Production, Faculty of Husbandry, Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Rangga Setiawan Department of Animal Production, Faculty of Husbandry, Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Nena Hilmia Department of Animal Production, Faculty of Husbandry, Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Mokhamad Fakhrul Ulum Division of Reproduction and Obstetrics, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Indonesia

Abortus pada sapi merupakan kondisi ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup di dalam rahim hingga saat akan dilahirkan. Tulisan ini merupakan laporan pertamakali kasus abortus idiopatik superfetasi dari perkawinan alami yang terjadi pada induk sapi Pasundan primipara. Sapi-sapi awalnya dipelihara dengan sistem kandang koloni dan bercampur antara jantan (n=10) dan betina dara (n=18) selama 2 minggu pascapemindahan sapi dari kandang ternak di Kabupaten Ciamis. Terjadi kebuntingan oleh perkawinan alami pada sapi dara tanpa diketahui usia dan riwayat kebuntingan. Seekor induk sapi teramati menunjukkan gejala perdarahan pervagina, mengejan dan disertai pengeluaran fetus berukuran kecil (panjang ~25 cm, usia fetus ~120 hari) beberapa jam kemudian, sebelumnya sapi telah mengalami abortus dengan ukuran fetus yang besar (panjang ~36 cm, usia fetus ~150 hari). Induk sapi Pasundan primipara yang mengalami abortus kemudian dipisahkan ke kandang individu untuk mengurangi stress dan untuk observasi lebih lanjut. Terapi yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.

Cara Mengutip

1.
Widyastuti R, Setiawan R, Hilmia N, Ulum MF. Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan. ARSHI vet lett [Internet]. 2023 Dec. 31 [cited 2026 Jun. 6];7(4):63-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/50758