Analisis kadar fibrinogen sebagai biomarker diabetik pada tikus wistar yang diinduksi streptozotocin

diabetes fibrinogen protein fase akut tikus wistar

Authors

  • Imron Rosyadi
    imron.rosyadi@ugm.ac.id
    Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Ella Romadhona Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Ajeng Tyas Utami Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Yayik Nur Hijrati Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Christin Marganingsih Santosa Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Penyakit diabetes mellitus adalah serangkaian proses penyakit yang bermula dari kerusakan jaringan terutama di pankreas dimana awalnya ditandai dengan munculnya protein fase akut. Pada mamalia, konsentrasi protein fase akut yang dominan adalah serum amyloid A protein, C-reaktive protein dan fibrinogen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi protein fase akut fibrinogen untuk digunakan sebagai biomarker pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin. Tikus yang digunakan adalah tikus Wistar jantan sebanyak 20 ekor, umur sekitar 2 bulan dengan berat badan 180-250 gram. Tikus dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 10 ekor tikus sebagai kelompok perlakuan (I) dan kelompok kontrol (II). Kelompok I dipuasakan selama 24 jam kemudian diinjeksi streptozotocin 1 kali dengan dosis 40 mg/kg bb yang dilarutkan dalam bufer sodium sitrat 0,1 M pH 4,0. Tikus diambil darahnya pada jam ke-0, 6, 12, 24, 48, 60, 72, 84 dan 96  post induksi diabetes untuk diperiksa kadar konsentrasi protein fase akut fibrinogen Hasil penelitian rata-rata kadar fibrinogen pada jam ke-0 dan ke-6 yaitu sebesar 0,57±0,06 mg/mL dan 0,60±0,35 mg/mL masih dalam range normal, kemudian mulai meningkat terus berturut-turut di jam ke-12 sebesar 0,6±0,4 mg/mL, jam ke-24 0.93±0,46 mg/mL, jam ke-36 1,1±0,1 mg/mL, jam ke-48 1,13±0,81 mg/mL, jam ke-60 1,17±0.40 mg/mL, jam ke-72 1,47±0,06 mg/mL, jam ke-84 1,6±0,1 mg/mL dan jam ke-96 1,8±0,1 mg/mL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan protein fase akut fibrinogen dapat dijadikan sebagai salah satu marker pada tikus yang diinduksi diabetes mellitus.

How to Cite

1.
Rosyadi I, Romadhona E, Utami AT, Hijrati YN, Santosa CM. Analisis kadar fibrinogen sebagai biomarker diabetik pada tikus wistar yang diinduksi streptozotocin. ARSHI vet lett [Internet]. 2018 Feb. 1 [cited 2026 May 17];2(1):3-4. Available from: https://journal.ipb.ac.id/arshivetlett/article/view/17527

Gambaran kadar gula darah tikus wistar diabetes hasil induksi streptozotocin dosis tunggal

Imron Rosyadi, Ella Romadhona, Ajeng Tyas Utami, Yayik Nur Hijrati, Christin Marganingsih Santosa