Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, dan Obesitas Sentral terhadap Kadar Asam Urat pada Peserta Prolanis
Association Between Physical Activity, Body Mass Index, and Central Obesity with Uric Acid Levels Among Prolanis Participants
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.398-405Kata Kunci:
aktivitas fisik, asam urat, indeks massa tubuh (IMT), prolanisAbstrak
Suatu kondisi metabolik umum yang sering dikaitkan dengan obesitas dan gaya hidup kurang gerak adalah hiperurisemia. Gangguan degeneratif seperti artritis gout, hipertensi, dan sindrom metabolik dikaitkan dengan kondisi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara kadar asam urat dengan aktivitas fisik, indeks massa tubuh (BMI), dan obesitas sentral pada peserta Program Manajemen Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Strategi pengambilan sampel lengkap digunakan untuk mengidentifikasi 42 individu untuk studi observasional potong lintang ini. Wawancara, pengukuran antropometri (lingkar pinggang dan BMI), kuesioner Skala Aktivitas Fisik untuk Lansia (PASE) untuk penilaian aktivitas fisik, dan teknik enzimatik Uricase-PAP untuk penentuan asam urat digunakan untuk mengumpulkan data. Uji Chi-square dan regresi logistik dengan ambang batas signifikansi p<0,05 digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan BMI tidak berkorelasi secara substansial dengan kadar asam urat, sedangkan obesitas sentral berkorelasi (p=0,043; OR=7,857). Kami menemukan bahwa faktor utama yang terkait dengan peningkatan kadar asam urat pada peserta Prolanis adalah obesitas sentral. Mengendalikan penumpukan lemak perut melalui olahraga teratur dan diet seimbang harus menjadi tujuan utama dari tindakan pencegahan.







2.png)
