Hubungan Kecemasan Sosial, Gangguan Makan, dan Penerimaan Diri terhadap Citra Tubuh pada Remaja Putri di SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma Jakarta
Relationship between Social Anxiety, Eating Disorders, and Self-Acceptance toward Body Image among Female High School Students at SMA Angkasa 2 Halim Perdana Kusuma, Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.373-378Kata Kunci:
citra tubuh, gangguan makan, kecemasan sosial, penerimaan diri, remaja putriAbstrak
Citra tubuh merupakan persepsi gambaran psikologis individu terhadap bentuk, ukuran, dan penampilan tubuhnya yang dapat berdampak pada harga diri serta berkaitan dengan evaluasi sosial individu, termasuk situasi kepuasan emosional dan kesehatan mental, khususnya pada remaja putri. Faktor-faktor seperti kecemasan sosial, gangguan makan, dan penerimaan diri diduga memiliki hubungan terhadap pembentukan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan sosial, gangguan makan, dan penerimaan diri terhadap citra tubuh pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek terdiri dari sejumlah remaja putri 15-19 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 73 orang dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Social Anxiety Scale for Adolescents/SAS-A, kuesioner Eating Attitudes Test/EAT-26), kuesioner penerimaan diri, dan kuesioner MBSRQ-AS. Hasil karakteristik responden berdasarkan kategori usia remaja pertengahan 15-17 tahun sebanyak 70 orang (95,9%), sementara usia remaja akhir 18-19 tahun sebanyak 3 orang (4,1%). Hasil uji statistik hubungan antara kecemasan sosial (0,000), gangguan makan (0,010), dan penerimaan diri (0,000) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p<0,05) dengan citra tubuh pada remaja putri. Kesimpulan semakin tinggi kecemasan sosial, kecenderungan gangguan makan yang abnormal, serta penerimaan diri yang rendah maka semakin negatif citra tubuh yang dirasakan pada remaja putri. Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi psikososial dan edukasi gizi untuk meningkatkan persepsi tubuh yang sehat dan mencegah gangguan makan pada remaja putri.







2.png)
