The Correlation between Food Service Satisfaction, Prison Environment, and Macronutrients Intake with The Nutritional Status of Prisoners in Overcapacity Prison
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.2.527-533Kata Kunci:
lingkungan, narapidana, penyelenggaraan makanan, status gizi, zat gizi makroAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepuasan penyelenggaraan makanan, lingkungan lapas, dan asupan zat gizi makro dengan status gizi narapidana di lapas overcapacity. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain penelitian cross sectional. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 81 narapidana yang dipilih secara purposive sampling di lapas kelas IIB Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, dan wawancara recall makanan 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah (53,1%) subjek tidak puas dengan penyelenggaraan makanan di lapas. Selain itu, sebanyak (50,6%) subjek merasa tidak nyaman dengan lingkungan lapas. Lebih dari setengah subjek juga mengalami defisit asupan gizi, yaitu energi (63%), protein (86,4%), dan karbohidrat (85,2%). Sementara itu, (72,8%) subjek memiliki asupan lemak cukup. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan lapas (p-value=0,000) dan asupan energi (p-value=0,028) dengan status gizi subjek. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kepuasan terhadap penyelenggaraan makanan (p-value=0,445), asupan protein (p-value=0,381), asupan lemak (p-value=0,053), serta asupan karbohidrat (p-value=0,192) dengan status gizi subjek. Dengan demikian, lingkungan lapas dan asupan energi berhubungan terhadap status gizi narapidana, sedangkan kepuasan penyelenggaraan makanan, serta asupan protein, lemak, dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.








2.png)
