Pola Konsumsi Ultra Processed Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Remaja SMK Kesehatan YHB Sukabumi
Relationship Between Ultra-Processed Food Consumption Patterns and Physical Activity with Overnutrition in Adolescents of SMK Kesehatan YHB Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.423-430Kata Kunci:
aktivitas fisik, gizi lebih, makanan ultra-proses (UPF), remajaAbstrak
Peningkatan konsumsi ultra processed food dan gaya hidup sedentari telah menjadi masalah kesehatan global yang berkontribusi pada meningkatnya prevalensi gizi lebih, khususnya di kalangan remaja. Remaja merupakan kelompok rentan karena pada masa ini terjadi pembentukan pola gaya hidup jangka panjang yang dapat berlanjut hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi ultra-processed food (UPF) dan aktivitas fisik dengan kejadian status gizi lebih pada remaja di SMK Kesehatan Yayasan Harapan Bunda Sukabumi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 115 siswa dipilih sebagai responden menggunakan teknik simple random sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi siswa aktif kelas X yang bersedia berpartisipasi serta menandatangani informed consent. Selain itu, untuk menjaga objektivitas data, subjek dipastikan tidak sedang menjalani diet khusus maupun pengobatan tertentu yang dapat memengaruhi variabel berat badan atau tekanan darah. Data pola konsumsi UPF dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), data aktivitas fisik dengan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan data status gizi diukur melalui IMT/U. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gizi lebih sebesar 33,0%. Sebanyak 30,4% siswa sering mengonsumsi UPF, dan mayoritas (77,4%) memiliki tingkat aktivitas fisik ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi UPF (p=0,036) dan aktivitas fisik (p=0,021) dengan status gizi lebih. Tingginya konsumsi UPF dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko penting terhadap kejadian gizi lebih pada siswa di SMK Kesehatan Yayasan Harapan Bunda Sukabumi.







2.png)
