Hubungan Kualitas Asupan dengan Kadar Glukosa Darah dan Working Memory pada Remaja SMP Kota Malang
The Relationship of Intake Quality with Blood Glucose Level and Working Memory in Middle-School Adolescents in Malang City
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2025.4.4.245-253Kata Kunci:
kadar glukosa darah, kualitas asupan, remaja, working memoryAbstrak
Remaja merupakan kelompok usia yang cenderung melewatkan sarapan pagi. Sarapan pagi adalah aktivitas makan di pagi hari sebelum memulai berbagai kegiatan. Sarapan pagi sangat bermanfaat untuk mendukung performa maupun prestasi akademik remaja terutama mereka yang aktif dalam kegiatan belajar di sekolah. Rangkaian proses dari peran asupan dengan prestasi akademik erat kaitannya dengan kualitas asupan, kadar glukosa darah dan salah satu fungsi kognitif yaitu kemampuan working memory. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas asupan dengan kadar glukosa darah dan working memory pada remaja SMP di Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan subjek berjumlah 42 siswa berusia 12-15 tahun dari SMP Negeri 25 Kota Malang. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek (usia, jenis kelamin, uang saku), karakteristik keluarga (pendapatan bulanan orang tua, pendidikan terakhir dan pekerjaan orang tua, jumlah anggota keluarga), kualitas asupan berdasarkan komponen DQI-A, kadar glukosa darah, dan kemampuan working memory diukur menggunakan skor Working Memory Questionnaire (WMQ). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 16.0 untuk mengetahui distribusi data dan uji hubungan melalui analisis bivariat antara kualitas asupan, kadar glukosa darah dan working memory pada subjek. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas asupan dan komponen DQI-A nya, kadar glukosa darah dan working memory (p>0,05).







2.png)
