Asupan Vitamin D dan Magnesium pada Remaja Belum Mencukupi Gizi yang Dianjurkan

Vitamin D and Magnesium Intakes in Adolescents Have Not Met Recommended Nutritional Requirement

Penulis

  • Ni Kadek Luna Listiyanti Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali 80223, Indonesia
  • Ni Ketut Sutiari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali 80232, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-4348-5901
  • Ni Putu Widarini Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali 80232, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-6554-789X

DOI:

https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.1.358-364

Kata Kunci:

magnesium, remaja, vitamin D

Abstrak

Masa remaja ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik yang pesat, sehingga menyebabkan peningkatan kebutuhan zat gizi, terutama mikronutrien. Vitamin D dan magnesium merupakan mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh. Defisiensi vitamin D berkaitan erat dengan defisiensi magnesium dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat asupan vitamin D dan magnesium pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kuta dan SMP Negeri 4 Kuta Selatan. Subjek penelitian terdiri atas remaja berusia 13–15 tahun dari tiga kelas terpilih di masing-masing sekolah. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan wawancara menggunakan SQ-FFQ. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan asupan magnesium dan vitamin D antara remaja dengan status gizi lebih dan status gizi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan mikronutrien pada remaja dengan status gizi lebih maupun normal belum memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Analisis menunjukkan perbedaan signifikan pada asupan vitamin D (p<0,001) dan asupan magnesium (p<0,001) antara remaja dengan status gizi lebih dan remaja dengan status gizi normal. Asupan vitamin D pada remaja dengan status gizi normal (1,1 mcg/hari) maupun remaja dengan status gizi lebih (2,2 mcg/hari) masih berada di bawah batas AKG yang dianjurkan. Asupan magnesium pada remaja dengan status gizi normal (87,6 mg/hari) maupun remaja dengan status gizi lebih (189 mg/hari) juga masih berada di bawah ambang batas AKG yang dianjurkan. Mengingat rendahnya asupan vitamin D dan magnesium dibandingkan dengan rekomendasi AKG, maka penting untuk meningkatkan kualitas pola konsumsi pangan, khususnya dalam hal asupan mikronutrien.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-09

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

“Asupan Vitamin D dan Magnesium pada Remaja Belum Mencukupi Gizi yang Dianjurkan: Vitamin D and Magnesium Intakes in Adolescents Have Not Met Recommended Nutritional Requirement” (2026) Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 5(1), pp. 358–364. doi:10.25182/jigd.2026.5.1.358-364.