Macronutrient Iintake and Body Mass Index as Determinants of VO2 Max in Football Athletes at BBC Batuang Taba, Padang City
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.2.493-502Kata Kunci:
asupan zat gizi makro, atlet sepak bola, indeks massa tubuh, VO2max, nutrisi olahragaAbstrak
Kapasitas pengambilan oksigen maksimal merupakan indikator penting kebugaran fisik pada atlet sepak bola karena mencerminkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan oksigen secara maksimal selama aktivitas intens. Faktor gizi, terutama asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta indeks massa tubuh, dapat memengaruhi daya tahan aerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah asupan zat gizi makro dan indeks massa tubuh menjadi penentu kapasitas pengambilan oksigen maksimal pada atlet sepak bola di Sekolah Sepak Bola BBC Batuang Taba Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 35 atlet yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui food recall 3x24 jam untuk menilai asupan zat gizi, pengukuran antropometri untuk menghitung indeks massa tubuh, serta beep test untuk mengukur kapasitas pengambilan oksigen maksimal. Asupan zat gizi dibandingkan dengan rekomendasi kebutuhan atlet dari International Society of Sports Nutrition (ISSN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki asupan protein dan lemak yang cukup (65,7% dan 57,1%), namun seluruhnya (100%) memiliki asupan karbohidrat yang kurang. Sebanyak 57,1% atlet memiliki indeks massa tubuh tidak normal dan 51,4% menunjukkan kapasitas pengambilan oksigen maksimal yang rendah. Hasil analisis statistik dengan uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro maupun indeks massa tubuh dengan kapasitas pengambilan oksigen maksimal (p=1,000). Namun secara deskriptif, atlet dengan asupan protein dan lemak yang cukup serta indeks massa tubuh normal cenderung memiliki kapasitas pengambilan oksigen maksimal yang lebih baik. Edukasi gizi dan pemantauan berkala disarankan untuk mendukung kebugaran atlet secara optimal.








2.png)
