Eating Habits, Energy Density, and Protein Intake Associated with Young Women's Nutritional Status at SMAN 6 Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.25182/jigd.2026.5.2.486-492Kata Kunci:
densitas energi, densitas protein, kebiasaan makan, remaja, status giziAbstrak
seimbang. Ketidakseimbangan asupan gizi pada remaja putri dapat berdampak pada masalah status gizi, seperti underweight dan overweight, serta berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan siklus menstruasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja, seperti kebiasaan makan serta densitas asupan energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik responden, kebiasaan makan, densitas energi, densitas protein, dan status gizi, serta menganalisis hubungan kebiasaan makan, densitas energi, dan densitas protein dengan status gizi remaja putri di SMAN 6 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 siswi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi, pengisian kuesioner terkait kebiasaan makan, serta wawancara konsumsi menggunakan metode food recall 2×24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan kebiasaan makan dengan status gizi, serta uji korelasi Spearman untuk menganalisis hubungan densitas energi dan densitas protein dengan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia pertengahan remaja (15–17 tahun). Sebagian besar subjek memiliki status gizi normal (60,5%), diikuti status gizi lebih (26,7%) dan status gizi kurang (12,8%). Mayoritas responden memiliki kebiasaan makan yang kurang baik, dengan densitas asupan energi tergolong tinggi, sedangkan densitas asupan protein berada pada kategori cukup. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebiasaan makan dan densitas energi memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi. Sebaliknya, densitas protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan kualitas asupan energi berperan penting dalam menentukan status gizi remaja putri.








2.png)
